IKLAN YARA

Muskot PMI Kota Langsa Digelar Sesuai Prokes

oleh -15.489 views
Muskot PMI Kota Langsa Digelar Sesuai Prokes
Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf, mendampingi Wakil Walikota Langsa, Dr H Marzuki Hamid dan Ir Sayid Abdurrahman berpose pada Muskot ke IV, PMI Kota Langsa di Markasnya, Selasa (12/10/2021).
UPDATE CORONA

Langsa | Realitas – Perhelatan Musyawarah Kota (Muskot) ke IV, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Langsa digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang berlangsung di Markasnya, Gampong Paya Bujok Beuramoe, Kecamatan Langsa Barat, Selasa (12/10/2021).

“Saat ini dibutuhkan elaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan pemerintah demi kemanusiaan dalam membangun ketangguhan negeri ini yang kiranya elaborasi tersebut hal yang utama,” kata Ketua PMI Provinsi Aceh, Murdani Yusuf SE.

Hal lain, Muskot ini merupakan amanah lima tahunan, PMI punya tiga wadah yakni pengurus, Relawan dan KSR, dimana siap menjadi Relawan yang handal untuk kedepan.

Relawan tidak pernah pensiun, sedangkan untuk pengurus ada masa habisnya,”Jangan pernah bermimpi mencari uang dari PMI, mimpi saja tidak boleh, namun bila ada kenapa tidak,” pesan Murdani.

Lalu, ada tiga lembaga yang wajib dibantu oleh pemerintah yakni PMI, Pramuka dan KONI ini wajib dibantu sesuai ketentuan negara ini dengan mengacu peraturan perundangan-undangan.

BACA JUGA :   Polisi Buru Pelaku Penembak Pos Pol Panton Reu Polres Aceh Barat

“Tidak salah bila PMI Kota Langsa harus dibantu, karena PMI merupakan organisasi kemanusian yang berlandaskan UU yang berlaku,” ujarnya.

Sejauh ini PMI punya unit usaha yakni UDD PMI, dimana unit ini melayanani donor darah, karena unit ini tidak sembarangan dikelola oleh lembaga lain dan ini mutlak ranahnya UDD PMI.

“UDD PMI tidak pernah jual darah yang ada biaya ganti kantong darah, urgent dan untuk para karyawan pekerja profesional, karena Pemko wajib memberikan bantuan yang dibutuhkan PMI,” pintanya.

Wakil Walikota Langsa, Dr Marzuki Hamid MM, dalam membuka Muskot ke IV menyatakan apresiasi dan penghargaan atas kerja-kerja PMI yang luar biasa.

Peran PMI saat ini sangat dibutuhkan apalagi Kota Langsa adalah Kota Jasa dimana nantinya RS Regional akan hadir yang sekarang ini sedang disiapkan.

BACA JUGA :   IAIN Langsa Laksanakan Wisuda 542 Jadi Sarjana

“Berkaitan bantu membantu anggaran untuk PMI, bisa langsung berkoordinasi dengan sekda sejauh ini kami tidak pernah menghambat apalagi untuk kemaslahatan umat,” kata Marzuki.

Terkait dengan donor darah Pemko meminta semua OPD agar mendonorkan darahnya dalam HUT Pemko mendatang.

Sementara itu Ketua PMI Kota Langsa, Ir Sayid Abdurrahman MM, menyebutkan Muskot ke IV merupakan ajang untuk mempertanggung jawab organisasi lima tahun yang lalu.

“PMI Kota Langsa selalu berbuat untuk semua kalangan tanpa memandang ras dan suku,” ungkapnya.

Disamping itu juga, PMI selalu membangun kemitraan kepada pemerintahan dan sejauh ini sejak tidak ada Ngo hengkang dari Aceh, kondisi PMI agak kurang baik terkait anggaran.

Ditambahkan Sayid, siapa yang menjadi pengurus yang baru kiranya terus menjalin kemitraan semua pihak, untuk UDD PMI terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan darah.

“Kita terus bergerak dan kepengurusan juga menjadi solid,” imbuhnya.

BACA JUGA :   Listyo Sigit Resmikan Revitalisasi Museum Polri, Ini Harapnya

Hadir Sekdakot Langsa, Ir H Said Mahdum Madjid, Wakil Ketua I PMI Aceh, Asrizal H Asnawi, Ketua PWI Kota Langsa, Putra Zulfirman, Kadisdikbud Kota Langsa, Dra Suhartini MPd, Bendahara KNPI, Syahrial, Ketua UDD PMI Kota Langsa, dr Mawar, Kepala BNN Kota Langsa, AKBP H Basri SH MH serta undangan lainnya.

Ketua Panitia, Syukur Hadi SPd, Muskot ke IV sesuai dengan ketentuan Kepalang Merah dengan mengusung ‘Bergerak Bersama Mewujudkan Misi Kemanusiaan’.

Adapun yang hadir dalam Muskot pengurus Kecamatan, KSR, TSR, Pengurus PMI Aceh dan Pengurus PMI Kota Langsa.

” Dimanapelaksanaanya wajib menjalankan 3M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan dengan air bersih dan Menjaga jarak, patuhi ketentuan prokes karena Pandemic Covid 19 masih ada dan untuk memutus mata rantainya kita harus tetap mengendapkan prokes,” tutup Syukur. (Rapian)