Kasus Stanting Menurun

oleh -112.759 views
Kasus Stanting Menurun
Pj Walikota Langsa, Syaridin. (Foto Ist)

Langsa | MEDIAREALITAS – Berdasarkan penilaian terakhir sesuai data dipublikasikan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, pada saat evaluasi kinerja Triwulan ke II Pemerinah Aceh, tercatat bahwa Kota Langsa merupakan Kabupaten/Kota yang paling rendah kasus Stanting .

Hal itu disampaikan Pejabat (Pj) Walikota Langsa, Syaridin, Jumat 26 Januari 2024. dia juga mengatakan, Pemkot terus berupaya menurukan angka stunting hingga saat ini dan menjadikan Kota Langsa sebagai Kota terendah Stunting di Aceh.

Kata dia, “Hasilnya dari bulan ke bulan, angka Stanting terus menurun, dari bulan September 2023 jumlah angka stunting di Kota Langsa 136 kasus dan pada bulan Desember 2023 data Nasional menyebutkan Kota Langsa turun menjadi 104 kasus stunting, ujar Syaridin.”

Sebut Syaridin, berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kota Langsa termasuk meneruskan kegiatan dari Pemerintah Pusat untuk menurunkan angkat Stanting.

Kata dia, “Pemerintah Kota Langsa telah meneruskan program pemberian makanan tambahan bergizi yang berturut-turut dilaksanakan di seluruh Indonesia selama 90 hari.”

BACA JUGA :  LSM KANA Minta APH Periksa Anggaran Jasa Keamanan Disdikbud Aceh Timur Senilai Rp2,1 Miliar

Syaridin menambahkan hasil dari program tersebut sudah kita evaluasi dan Alhamdulillah per tanggal 12 Januari 2024 dari data pada bulan Oktober 2023 angka stunting masih tersisa 139 kasus, kemudian terus menurun pada bulan November menjadi 118 kasus dan pada bulan Desember 2023 menjadi 104 kasus.

Data per tanggal 12 Januari 2024, dinas kesehatan sudah melakukan pendataan terbaru dari kasus stunting 104 pada bulan Desember 2023 kembali mengalami penurunan hingga tersisa 96 kasus dan mencatat adanya 80 kelahiran hingga Januari 2024 dan alhamdulillah dari 80 kelahiran hasilnya zero stunting, ucapnya.

Ini menunjukkan bahwa program pembinaan yang kita lakukan terhadap calon pengantin baru yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Dinas DP3ADALDUK dan KB serta Puskesmas telah menunjukkan hasil yang baik, ujarnya.

“Program pemberian tablet tambahan penambaj darah bagi remaja putri dan pembinaan bagi ibu hamil dengan pemberian makanan bergizi dan juga Pemerintah Kota Langsa di samping porgram-program yang dilaksanakan serentak di Indonesia, Kota Langsa telah melaksanakan program orang tua asuh tahap balita yang masuk kasus stunting, ujarnya.”

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, dr Muhammad Yusuf Akbar menyampaikan upaya intervensi sensitif yang telah dilakukan dalam penanganan dan penurunan angka stunting, diantaranya melakukan pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin setiap bulan di Posyandu.

Lalu, pemberian ASI Eksklusif pada bayi, pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal pada balita bermasalah gizi, pemberian imunisasi, mengatasi kasus balita bermasalah gizi bersama dengan dokter spesialis Anak.

Kemudian, melakukan pemeriksaan ibu hamil minimal 6 kali selama masa kehamilan termasuk pemeriksaan USG 2 kali, pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada semua ibu hamil, pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal kepada ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri, screening anemia pada remaja putri, edukasi kesehatan lingkungan stop buang air besar sembarangan dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di gampong.

Editor: Rahmad