Meulaboh | Realitas – Puluhan massa aksi dari Aliansi Rakyat Bergerak (AKAR) melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRK Aceh Barat untuk menolak kenaikan BBM senin (12/09/2022) berakhir ricuh.
Aksi yang semula berjalan tertib berubah panas setelah negosiasi perwakilan massa aksi dengan perwakilan DPRK tidak menemui kata sepakat sehingga massa aksi mendesak untuk memasuki gedung DPRK Aceh Barat .
Pihak kepolisian yang mengamankan aksi unjuk rasa langsung memaksa membubarkan massa aksi dengan menembakkan gas air mata dan watercanon.
Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso , mengatakan pembubaran massa aksi karena massa aksi memaksa masuk ke gedung DPRK Aceh Barat.
“Mereka memaksa masuk ke gedung dan menabrak petugas dengan becak. Petugas juga menemukan Senjata Tajam (sajam) di lokasi aksi”, ujar nya
Pihak kepolisian juga turut mengamankan 13 orang massa aksi yang diduga melakukan pelemparan batu kepada petugas.
Sementara itu, Korlap AKAR, Syarief Al Qahhar sampai berita ini diturunkan tidak dapat di hubungi, diduga ikut di amankan oleh pihak kepolisian. (*)












