Aliansi Pemuda Unjuk Rasa di Mapolres Agara Terkait Proyek RSUD

oleh -140.759 views
Aliansi Pemuda Unjuk Rasa di Mapolres Agara Terkait Proyek RSUD
Aliansi Pemuda Unjuk Rasa di Mapolres Agara Terkait Proyek RSUD

Kutacane I Realitas – Sekelompok warga yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Aceh Tenggara menggelar unjuk rasa tepat di depan Mapolres Agara pada Selasa pagi (25/01).

Para pendemo menuntut pihak Polres agar mendalami adanya dugaan kejanglan terhadap proyek fisik yang ada di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sahudin Kutacane pada tahun 2019-2021.

Dalam orator aksi Al Mujahidin mengatakan, kami dari Aliansi Pemuda dan Masyarakat Aceh Tenggara, turun untuk menyuarakan dugaan atau kejanggalan beberapa proyek dan kegiatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sahudin Kutacane pada tahun 2019-2021, di antaranya, proyek ruang operasi dan inesenerator Rp 8,9 M tahun 2019, proyek rehabilitasi ruang rawat inap kelas III Rp 5 M tahun 2021, proyek penataan ruang operasi rumah sakit Rp 5,5 M tahun 2021 dan pengadaan alat kesehatan covid-19 Rp 1,2 M tahun 2021.

Dijelaskannya, dalam hal ini yang paling urgent terkait kekosongan obat-obatan di RSUD, kita minta kepada penyidik agar turun kelapangan terkait kekosongan sejumlah jenis obat-obatan di rumah sakit umum, padahal kebutuhan obat oleh konsumen atau pasien cukup siginifikan. Kendati, kekosongan obat itu sudah mencuat pasca sejumlah media mengangkat temua adanya kekosongan obat tersebut.

Tak hanya itu, masih banyak persoalan proyek di rumah sakit yang sempat ditangani aparat kepolisian Polda Aceh yakni pembangunan ruangan operasi dan insinirator yang nilainya anggarannya cukup fantastis mencapai Rp 8,9 miliar, sehingga dalam proyek itu kami menduga ada indikasi mark-up.

Kemudian ada lagi proyek rehabilitasi ruang rawat inap yang diduga dikerjakan asal jadi, lalu penataan ruang rumah sakit yang mencapai Rp 5,5 miliar, dalam kegiatan itu besar dugaan juga terjadi indikasi mark-up.

Dan terakhir pada pengadaan alat kesehatan (alkes) covid-19 dengan pagu mencapai Rp 1,2 miliar yang kami nilai itu hanya program sia-sia di rumah sakit umum Sahudin.

Atas informasi tersebut kami meminta Kapolres Agara, AKBP Bramanti Agus untuk memanggil pejabat berwenang di RSUD Sahudin untuk dimintai keterangan dan dibuka secara transparan beber Al .

Ditempat terpisah Kasatreskrim AKP Supar wanto dihubungi Selasa (25/01) mengatakan, terkait tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa tadi, tim satreskrim akan melakukan penelusuran dilapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut singkatnya.