Dugaan Asusila Salah Satu Dayah Di Langsa, Jeffry Sentana: Terlapor Harus Terus Diburu

oleh -100.759 views
Dugaan Asusila Salah Satu Dayah Di Langsa, Jeffry Sentana: Terlapor Harus Terus Diburu
Wakil Ketua Komisi II DPRK Langsa Jeffry Sentana

Langsa | MEDIAREALITAS – Wakil Ketua Komisi II DPRK Langsa Jeffry Sentana, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) terus memburu terlapor salah satu oknum pimpinan Dayah di Kota Langsa.

“Diduga inisial MR, 38 tahun itu, melakukan asusila terhadap sejumlah santri.” Kata anggota DPRK itu, jika terbukti, APH harus memberi hukuman tegas dan maksimal kepada MR melalui proses peradilan di persidangan.

Selain itu, kita harus mengedepankan azas praduga tak bersalah terkait kasus ini.

“Namun jika itu nantinya benar, dan terbukti di pengadilan, maka kami sangat mengutuk keras peristiwa itu.” Pasalnya, bukan saja telah menodai ketulusan lembaga pendidikan (Dayah) dalam membina moral anak didiknya, tetapi juga telah mengorbankan masa depan sejumlah anak menjadi anak asuhnya, imbuh Jeffry Sentana, di Gedung DPRK Langsa, Senin 30 Oktober 2023.

Dia pun menegaskan, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Langsa, khususnya Dinas Syariat Islam (DSI), bilamana hal itu menjadi sebuah fakta usai hasil persidangan.

“Sudah semestinya Pemkot Langsa, segera membekukan izin operasional dayah dipimpin inisial MR, sebagai sanksi atas dugaan kasus asusila terhadap sejumlah santri.” Jelas Jeffry, usulan ini bukan tidak berdasar, hal ini hampir serupa terjadi pada salah satu pesantren di Jawa Barat.

Yang mana, sebut dia, pengasuhnya inisial HW, diduga melakukan dugaan tindakan pemerkosaan terhadap belasan santri, kemudian pesantren itu ditutup. Jadi, ia menyatakan tidak ada kompromi, ketika dugaan ini benar.

“Maka sanksi harus dijatuhkan, pun ini perilaku dari seorang oknum.” Menurut dia, oknum tersebut merupakan pimpinan dayah. Demi menjaga ketulusan, kemurnian lembaga pendidikan (Dayah), dan mencegah agar hal serupa di tidak terjadi lagi masa akan datang.

Selaku representasi perwakilan masyarakat Langsa, dia merasa perlu menyatakan ketegasannya, demi menyelamatkan masa depan anak-anak, diduga telah menjadi korban perbuatan bejat tersebut.
“Sehingga adanya efek jera bagi oknum-oknum tersebut,” tandas Jeffry Sentana.

Bukan itu saja, dia juga mengatakan, penyembuhan psikologis para korban, itu menjadi fokus Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A DALDUK KB) Langsa.

Tidak hanya akibat kejadian dialami, namun antisipasi jangan sampai anak-anak (korban) mengalami perundungan (Bullying), akibat informasi bermunculan di publik ini berpotensi memperbesar resiko trauma, hingga depresi.

“DP3A DALDUK KB Langsa sebagai mitra kerja di Komisi II DPRK Langsa, kami mengapresiasi upaya pendampingan kepada korban.” Dan Jeffry menyebutkan, telah berkomunikasi juga serta mengingatkan pendampingan ini, harus ekstra.

“Apalagi ini ada yang masih remaja, di usia sekolah memiliki masa depan, tentu itu harus dijaga.” Kata dia, menekankan agar semua hak-haknya menyangkut terapi dan lain sebagainya, dapat terpenuhi, harapnya, sebagai unsur pimpinan Komisi II DPRK Langsa.

Selain itu, dia juga berharap, nantinya apabila terlapor telah diketahui keberadaannya, agar dapat segera diproses secara hukum serta menghasilkan keputusan seadil-adilnya.

Sebab, ia menilai perbuatan terlapor MR, sudah sangat keji dan mencederai nilai sosial, agama. Bahkan kemanusiaan, serta telah mencoreng dan mendegradasi kepercayaan publik pada dayah lainnya.

Lebih jauh, Jeffry menjelaskan. Selain aspek administrasi, jauh lebih penting, adalah bagaimana dayah itu benar menjalankan misi dakwah mengajarkan dan mencontohkan integritas, moralitas Akhlaqul Karimah berdasarkan Alqur’an dan Hadist.

“Seharusnya pimpinan dayah adalah suatu tauladan. Apalagi dayah mengajarkan pendalaman tentang Agama Islam, seharusnya mampu menguatkan moral peserta didik muridnya, bukan malah merusaknya.” Maka itu, perlu bagi Pemkot Langsa dan DSI melakukan pendampingan guna meningkatkan pengawasan santri dan peningkatan mutu terhadap dayah di Kota Langsa.

Bukan itu saja, perlu adanya mitigasi pada ancaman kejahatan seksual serta menjaga moralitasnjauh dari perbuatan menyimpang dan asusila, ujar Politisi Muda PAN, Jeffry Sentana.

“Kami sangat prihatin dan memahami betapa sulitnya situasi ini bagi pihak keluarga korban. Kami turut bersedih atas peristiwa ini. Semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan pada keluarga korban dalam menghadapi cobaan ini,” tutup Jeffry.

Penulis: Rahmad
Editor: DEP