Jakarta | MEDIAREALITAS – Kasus pembunuhan Imam Masykur, pemuda Aceh dengan terdakwa satu orang oknum Paspampres, dan dua oknum anggota TNI lainnya mulai disidang, Senin 30 Oktober 2023.
Sidang ketiga oknum TNI tersebut, dilaksanakan di Pengadilan Militer II-08 Cakung, Jakarta Timur.
Agenda sidang Pembacaan Surat Dakwaan dengan Nomor: Sdak/196/X/2023 tanggal 23 Oktober 2023 dengan Pasal kesatu Primer: Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Subsider: Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider: Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Dan Kedua: Pasal 328 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dakwaan dibacakan Oditur sidang Letkol Chk Upen Jaya Supena, Oditur Pendamping: Letkol Laut (H) I Made Adnyana, dan Letkol Kum Tavip Heru Marsono.
Majelis Sidang dipimpin Ketua Hakim Kol Chk Rudy Dwi Prakamto, Hakim Anggota 1: Letkol Chk Idolohi, Hakim Anggota dua, Mayor Kum Aulisa Dandel.
Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman sapaan Haji Uma, hari ini ikut mengawasi berjalannya sidang kasus pembunuhan Imam Masykur.
Menurut Haji Uma, ada kesimpulan lain dalam dakwaan yang dibacakan oleh Auditur yaitu terdakwa juga memukul korban dileher hingga menyebabkan cedera pangkal lidah dan berulang kali memukul kepala korban dengan radio HT.
Haji Uma manambahkan sidang akan digelar kembali pada Kamis, 02 November 2023 dengan agenda pemeriksaan saksi sebanyak lima orang.
Saksi-saksi dimaksud yaitu Ibunda Imam Masykur, Penyidik Polda Metro Jaya, Fakhrurrazi (adik korban), saksi Mahkota dan Said Sulaiman selaku Pelapor sepupu korban.
“Hari ini saya ikut hadir bersama pengacara Hotman Paris sebagaimana komitmen saya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas” ungkap Haji Uma. (*)

