Jembatan Silayakh Bukti Sejarah Bagi Ketua DPRK Agara

oleh -11.579 views
Jembatan Silayakh
Foto Istimewa

 GOOGLE NEWS

Kutacane | Realitas – Jembatan Silayakh dibangun pada tahun 2014 yang digagas oleh almarhum mantan Bupati Aceh Tenggara Ir. H. Hasanuddin B MM dan mantan Wabup Agara H. Ali Basrah SPd MM, yang bersumber dari dana alokasi Kabupaten Aceh Tenggara (DOKA) sebesar Rp 52 milyar terhitung sejak tahun 2014 sampai 2022.

Pembuatan jembatan ini membutuhkan waktu yang sangat panjang, mulai dari pembersihan lahan hingga penyelesaian secara fisik. Adapun panjang jembatan Silayakh itu diperkirakan 500 meter sudah termasuk oprit.

BACA JUGA :   Dua Kandidat Akan Bersaing Untuk Ketua IKNR Aceh Barat

Untuk diketahui, jembatan Silayakh terletak di Desa Pedesi Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi penghubung dari Kecamatan Lawe Alas dengan Kecamatan Bambel.

Nama jembatan Silayakh ini diambil karena pada masa kerajaan Suku Alas dahulu kala, Silayakh ini merupakan salah satu tokoh yang sangat terkenal dalam cerita masyarakat Aceh Tenggara, sehingga pada saat ini masyarakat Agara masih mengenang kisahnya, dari kisah tersebut jembatan ini di beri nama jembatan Silayakh. Kemudian diresmikan dan ditekannya prasasti di jembatan itu oleh pejabat Bupati Drs Syakir dan Ketua DPRK Denny Febrian Roza SSTP MSi kata Sadli ST kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kepada realitas (25/1/2023).

BACA JUGA :   Gempa Guncang Sabang

Ditekennya prasasti tinta berwarna emas pada jembatan Silayakh ini merupakan bukti sejarah bagi ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza SSTP MSi, diketahui ketua DPRK ini merupakan putra terbaik dari Desa Kute Seri Kecamatan Bambel Aceh Tenggara yang saat ini menjadi orang nomor tiga di Kabupaten Aceh Tenggara.

BACA JUGA :   Polisi Tangkap Pencuri Sepeda Motor di Langsa

“Kita berharap kepada masyarakat luas agar bisa memanfaatkan dan menjaga dengan baik fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah daerah,” pintanya. (*)