Panas Dingin Saling Tuding dan Raut Asam Pedas Warnai Puskesmas Langsa Kota

oleh -565.759 views
Panas Dingin Saling Tuding dan Raut Asam Pedas Warnai Puskesmas Langsa Kota
Puskesmas Langsa Kota. FOTO IST

Langsa | MEDIAREALITAS – Buntut Berita Mediarealitas berjudul, “YARA Dukung Inspektorat Tuntaskan Kasus Pungli Di Puskesmas Langsa” suasana di lingkungan ini menjadi panas dingin dibarengi atraksi meme-an, Rabu (6/9/2023).

Satu sama lain di antara para staf dan karyawan ada yang membahas secara galak tertawa, ada yang meyungging seyuman. Sementara kelompok “geng ster”nya justeru memperlihatkan wajah cemburut dan aura kemasaman.

Pada sisi lain ada yang berbisik, “memangnya kantor ini milik kelompok mereka saja? Bukan lho, ini lembaga pelayanan publik milik pemerintah. Jadi jangan ada yang berlagak dan merasa milik ortunya, lalu jangan bersikap ketentengan lah”, celoteh seorang staff pria lain di kantin menimpali gossipan hangat karyawan tingkat bawahan itu.

Kekisruhan dan melorotnya semangat kerja pada lembaga pelayanan publik dalam bidang kesehatan ini, selain karena attitude ada behavior kelompok “geng ster”, diduga dipicu karena ketidak adilan pimpinan dalam memayungi karyawan. Mereka merasa perlakuan pilih kasih dan pandang sayang serta sebagian mereka terkesan seperti dianak tirikan, ungkap salah seorang staff senior sembari bergegas menuju mobilnya

BACA JUGA :  LSM KANA Minta APH Periksa Anggaran Jasa Keamanan Disdikbud Aceh Timur Senilai Rp2,1 Miliar

Sedangkan keseriusan pihak inspektorat, selain sedang mendalami kasus pungli yang telah berlangsung sejak 2017 hingga akhir 2022. Lebih khusus lagi ungkap kalangan Inspektorat, melirik soal diduga adanya mark up jumlah hari kerja dinas delapan orang personal, di antaranya ditemukan nama NR dan tujuh lainnya RG, IPS, CRM, L, WP, ZS dan NS meraup angka kerja hingga 12-15 hingga 29 hari.”Kan ini sangat tidak masuk akal, ujar kalangan auditor lagi.

Sebelumnya lembaga anti rasuwah lainnya, lebih awal terjun, tapi kemudian dilanjutkan oleh Inspektorat setempat. Angka Mark up dinas luar yang kini menjadi perhatian khusus Auditor Rahmawati dan Risna justeru terjadi antara Agustus hingga Desember 2022.

Kepala Puskesmas Langsa Kota Vivi Handayani, mengatakan kasus pungli itu bukan eranya. Dia mengaku kepada media ini baru berdinas di sini sejak tahun lalu.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Vivi melalui pesan WhatsApp meminta media ini menahan diri dan menunggu hasil pemeriksaan pihak inspektorat. Dia yakin ada pihak yang tidak senang ingin merusak citranya.

Hingga berita ini difolow upkan, Vivi belum juga menguraikan konfirmasi secara lengkap, termasuk adanya kliks alias “geng ster”, yang melingkari pinggangnya dan terjadinya inharminis di lingkungannya.

Tambah pelayan kesehatan bagian depan, kalangannya di sini sangat menyebalkan melihat behavior anggota kliksnya yang kadang melebihi seorang pimpinan, termasuk salah seorang di antara mereka mencak- mencak dan menghardik seseorang yang mempertanyakan soal pemutusan aliran listerik akibat tunggakan yang menyebabkan pemadaman pada Gedung Puskesmas tersebut.

Sementara Ketua YARA Langsa H. A Muthalib Ibrahim, S.E SH, M.Kn, M.Si, meminta PJ Walkot yang baru dilantik untuk menertibkan management akal-akalan dalam penempatan job diskription yang tidak bermuara pada the right man and the right place anda no competant serta mencopot pelaku Mark up jumlah hari kerja dinasnya. (Tim)