YARA Desak Pj Walikota Langsa, Hentikan LSM Yang Kuras Dana Desa Alasan Bimtek

oleh -376.579 views
oleh
YARA Langsa Minta Pj Walikota Umumkan Kegiatan Bimtek, Penggunaan Dana Harus Transparan Kepada Masyarakat Setiap Kegiatan Bimtek: Segera Kita Laporkan Ke Polda Aceh
Ketua YARA Perwakilan Langsa H A Muthallib ibr,.SE,.SH,.M.Si,. M.Kn,

Langsa | Realitas – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Langsa H A Muthallib Ibr, SE, SH, M.Si, M.Kn, mendesak Pj Walikota Langsa, Ir Said Mahdum Majid, segera menghentikan LSM yang menguras Dana Desa dengan alasan Bimtek, dan diadakan di luar Aceh.

YARA menyoroti persoalan Bimbingan Teknis (Bimtek), yang menguras dana desa hingga miliaran rupiah ditujukan kepada Geuchik Se-Kota Langsa, ujar H Thallib kepada sejumlah Wartawan di Langsa Selasa (25/4/2023) pagi.

H Thallib mengatakan, Bimtek tersebut merupakan kegiatan yang tidak bermanfaat dan sangat tak relevan dengan kepentingan masyarakat.

“Seharusnya, Pj Walikota Langsa bubarkan kegiatan yang tidak bermanfaat buat masyarakat. Kenapa setiap tahunnya selalu disetujui oleh Pemerintah Kota Langsa, kata Dosen FH Unsam.

H. Thallib menambahkan, kegiatan Bimtek tersebut seperti sudah semacam permainan yang dimainkan oleh mafia tertentu di Kota Langsa semata-mata hanya untuk menguras anggaran dana desa, ujar nya.

bimtek

Bimtek yang menguras dana desa hanya untuk kepentingan sekelompok orang, organisasi, ataupun lainnya demi memperoleh keuntungan.

Namun dikemas seolah-olah kepentingan rakyat, sebut advokat di Aceh ini.

Selain itu, tambahnya, perlu juga dipertanyakan indikator apa yang dipakai selama ini sehingga setiap tahunnya ada Bimtek untuk perangkat desa, ujarnya.

“Di Kota Langsa setiap tahunnya diadakan kegiatan Bimtek, ini perlu dipertanyakan indikatornya apa, serta hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut,” ujarnya

Ketua YARA Kota Langsa ini juga mempertanyakan kelayakan LSM yang mengundang para Geuchik setempat, ini harus dilihat secara serius oleh Pj Walikota Langsa.

Publik perlu mengetahui apakah sudah memenuhi syarat sebagai penyelenggara Bimtek atau belum.

Menurutnya, selama ini, kegiatan Bimtek yang diselenggarakan dan diikuti oleh para Geuchik hingga menguras dana desa sangatlah tidak bermanfaat ataupun memberikan keuntungan kepada masyarakat setempat.

H. Thallib menghimbau agar dana desa yang nilainya sangat fantastis untuk kegiatan Bimtek, apalagi dengan indikator yang tidak jelas tersebut, maka sudah seharusnya kegiatan seperti ini dihentikan dan dialihkan kepada hal-hal lebih bermanfaat dan secara langsung mempunyai kepentingan pada masyarakat desa. Misalnya membangun pembangunan rumah layak huni bagi kaum dhuafa, khususnya yang fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.

“Maka dari itu, kami mengharapkan kepada Pj Walikota Langsa untuk dapat melakukan monitoring pada setiap kegiatan yang dilakukan, jangan hanya membuat kegiatan tetapi tidak ada manfaat dan kepentingan untuk masyarakat,” pungkas H. Thallib.

Setiap tahun kalau sudah keluar dana Desa, selalu ada LSM yang menguras Dana Desa dengan alasan bimtek, setiap tahun bimtek itu selalu ada, apa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kita juga minta kepada semua Geuchik di Langsa segera batalkan kegiatan Bimtek, dan kita juga meminta Polres Langsa, dan Kajari Langsa, untuk segera awasi dana desa di Pemko Langsa, tutup H Thallib, yang juga Dosen FH Unsam. (red)