Yogyakarta | REALITAS – Pimred Award 2026 yang menjadi rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia digelar mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, bertempat di Hotel Alana Yogyakarta. Dalam ajang tersebut, Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si., menerima penghargaan sebagai Anggota Legislatif Pusat Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik atas dedikasinya dalam memperjuangkan keterbukaan informasi, kemerdekaan pers, dan komunikasi publik yang sehat. Berlangsung pada Sabtu, (18/07/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penganugerahan yang berlangsung khidmat dan dihadiri para pimpinan redaksi media nasional, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah, akademisi, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia. Penetapan penerima penghargaan dilakukan berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri yang dipimpin oleh anggota Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, dengan mempertimbangkan kontribusi nyata para penerima dalam mendukung ekosistem komunikasi publik yang transparan dan demokratis.

Usai menerima penghargaan, Nasir Djamil menegaskan bahwa tema “Pers Kembali ke Rakyat” merupakan pesan yang sangat relevan di tengah dinamika demokrasi dan derasnya arus informasi saat ini. Menurutnya, media massa harus tetap berpijak pada kepentingan masyarakat dengan menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, independen, sekaligus menjadi jembatan penyampai aspirasi publik kepada pemerintah.

“Pers yang kuat adalah pers yang dipercaya rakyat. Karena itu, media harus terus menjaga independensi, menyampaikan informasi yang benar, serta menjadi ruang bagi suara masyarakat untuk didengar,” ujar Nasir Djamil.
Legislator asal Daerah Pemilihan Aceh II tersebut menuturkan, pengalamannya sebagai mantan wartawan sebelum terjun ke dunia politik memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya kebebasan pers, transparansi pemerintahan, dan keterbukaan informasi publik sebagai fondasi demokrasi yang sehat.
Ia menilai, pers memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap kebijakan negara tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kehadiran media yang independen menjadi instrumen penting dalam menjaga keseimbangan hubungan antara pemerintah dan rakyat agar tidak terjadi ketimpangan kekuasaan.
“Pers harus menjadi pilar keempat demokrasi yang kokoh. Jangan sampai negara menjadi semakin kuat, tetapi rakyat justru kehilangan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh keadilan,” tegasnya.
Selain menyoroti pentingnya kemerdekaan pers, Nasir Djamil juga mengingatkan bahwa dunia jurnalistik menghadapi tantangan baru di era digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam mengawal penegakan hukum yang adil, transparan, dan akuntabel sekaligus mengawasi potensi penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum. Keberadaan pers yang independen, lanjutnya, akan menjadi benteng bagi masyarakat dalam menghadapi praktik-praktik penyalahgunaan kekuasaan serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia, Bernadus Wilson Lumi, mengatakan bahwa Pimred Award merupakan bentuk apresiasi kepada para tokoh nasional maupun daerah yang dinilai memiliki komitmen nyata terhadap kemerdekaan pers, keterbukaan informasi publik, serta kemitraan yang sehat dengan media. Menurutnya, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pemimpin bangsa untuk terus membangun komunikasi publik yang transparan, menghormati kebebasan pers, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Festival HUT ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Yogyakarta, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem media yang profesional, independen, kredibel, serta berorientasi pada kepentingan publik. Penganugerahan kepada Dr. H. M. Nasir Djamil, M.Si. menjadi simbol penghargaan atas komitmen terhadap demokrasi yang sehat, sekaligus pengingat bahwa pers yang bebas, bertanggung jawab, dan selalu berpihak kepada rakyat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia yang lebih terbuka, adil, dan berkeadaban. (Cut)
Sumber : Live Ytb Pemred Tv


