IKLAN YARA

Dewan Eksekutif Mahasiswa FS IAIN Langsa Gelar Pengabdian Syariah Beraksi Jilid II

oleh -21.579 views
Dewan Eksekutif Mahasiswa FS IAIN Langsa Gelar Pengabdian Syariah Beraksi Jilid II
Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa Dr. Zulfikar, M.A. saat memberi hadia hasil lomba kepada anak-anak di Gampog Gajah Meuntah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Rabu, (03/08/2022). (foto ist)
Penulis: Rahmad
Editor: Rostani

Langsa | Realitas – Dewan Eksekutif Fakultas Syariah IAIN Langsa gelar pengabdian Syariah Beraksi Jilid II di Balai Pengajian Babul Hayat, Gampog Gajah Meuntah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, Rabu, (03/08/2022).

Empat narasumber tempil sebagai pembicara dalam dialog dengan tema Konsep dan Strategi mewujudkan Gampong Syariat Islam yang sejahtera.

Keempat narasumber yaitu Muhammad Ridha S.STP Dr. Zulfikar, M.A. (Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa), Fatah Fikri (Ketua DPRK Aceh Timur) dan Hasan Basri, S.Ag.,M.H. (Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Timur).

Dekan Fakultas Syariah, Dr. Zulfikar dalam acara itu menaruh banyak harapan kepada masyarakat Gampong Gajah Meuntah agar mempunyai tekad yang kuat untuk menerapkan Syariat lslam secara maksimal.

“Dari letak geografisnya, Gampong Gajah Meuntah sangat mendukung menjadi Gampong Darul Qur’an Wal Huffaz, ini terlihat dari susananya yang sangat nyaman untuk anak belajar dan menghafal Al-Qur’an karena udaranya masih sangat segar dan jauh dari hiruk pikuk keramaian, ujar Dr. Zulfikar kepada Media Realitas, Jum’at (5/8/2022).

BACA JUGA :   Tim SAR Evakuasi Mayat Di Krueng Arakundo Aceh Timur

Menurutnya, kalau ini terwujud maka masa depan anak-anak dan masyarakat akan dijamin kesejahteraan oleh Allah SWT.

IAIN Langsa
foto istimewa

“Dalam Alquran, Allah SWT telah berjanji akan menurunkan keberkahan dari langit dan bumi bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Di samping itu Allah juga akan senantiasa memberikan jalan keluar dan rezeki yang tidak disangka bagi orang-orang yang bertaqwa,” jelas Dr. Zulfikar.

Kepada pemerintah, kami berharap agar akses menuju Gampong Gajah Meuntah dapat segera diperbaiki.

Begitu pula dengan Sekolah Dasar yang telah tersedia, agar mendapat perhatian. Baik dari segi sarana dan prasarananya maupun kegiatan belajarnya, sehingga ana-anak di sini memiliki kesempatan untuk mengecap pendidikan yang bermutu tinggi, meskipun mereka berdomisili di daerah terpencil. Terang Dekan Fakultas Syariah IAIN Langsa.

BACA JUGA :   Kapolres Lhokseumawe dan Pj Walikota Bersihkan Sampah

Hal senada juga diutarakan oleh Ketua DPK Aceh Timur Fatah Fikri, dengan tegas ia bersikap Gampong Gajah Meuntah harus dapat perhatian serius, karena saya menilai sampai saat ini sangat kekurangan dalam hal pembangunan infrastruktur bik itu jalan, pembangunan tempat ibadah dan pendidikan.

“Mari kita satukan tekad besama-sama membangun Gajah Meuntah supaya masyarakat bisa meningkatkan roda perkonomian.” Ujar Fatah Fikri.

Sementara itu Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Timur berkeinginan menjadikan Gampong Gajah Meuntah sebagai desa binaan.

“Dari letak geografisnya yang berada di pedalaman, masyarakat perlu mendapatkan pendidikan iman dan taqwa (imtaq) juga iman dan tekhnologi (imtek). Kita sentuh terus mereka agar berkembang seperti desa lainnya,” kata Hasan Basri.

BACA JUGA :   Lapas Narkotika Langsa Terima Remisi Terbanyak Se-Aceh

Menurutnya masyarakat di sini sangat rindu akan perkembangan dan kemajuan, baik itu dari sisi cara bertani juga pendidikan waga di sini belum ada dekotomi politik.

“Masyarakat Gajah Meuntah masih natural dan sangat perlu sentuhan dari orang-orang yang memliki pemikiran untuk memajukannya dan mereka terbuka kepada siapa saja yang berkeinginan mengangkat derajad hidup mereka.” Terang Kepals Dinas Syariat Islam Aceh Timur Hasan Basri, S.Ag.

Sementara Muhammad Reza selaku ketua Dema fakultas syariah juga menambahkan, kepada pemerintah Aceh timur untuk melihat keadaan di Desa Gajah Meuntah, dikarnakan kondisi dari desa gajah meuntah khususnya dusun Reformasi seakan tidak pernah terjamah oleh pemerintah “tutup Reza. (*)