IKLAN YARA

Ketua DPD KIBAR Aceh Muslim, SE : Minta Polda Aceh Netral Terkait Laporan Usman Abdullah Walikota Langsa

oleh -344.489 views
Ketua DPD KIBAR Aceh Muslim, SE : Minta Polda Aceh Netral Terkait Laporan Usman Abdullah Walikota Langsa
Ketua DPD KIBAR Aceh, Muslim, SE
UPDATE CORONA

Langsa I Realitas – Ketua DPD KIBAR Aceh, Muslim, SE, kasus dugaan perselingkuhan Walikota Langsa, Usman Abdullah, dengan janda 3 anak yang sudah di laporkan ke Polda agar netral dalam kasus ini.

“Jika berita mesum antara Walikota Langsa Usman Abdullah alias Toke Seum dengan Nuraina alias Ai merupakan fitnah, seharusnya Walikota Langsa Usman Abdullah segera melakukan konversi Pers di Pendopo bahwa berita yang di rilis oleh ketua DPD KIBAR Aceh Cut Lem itu adalah fitnah, seharusnya Usman Abdullah melaporkan siapapun yang terlibat, terutama Nuraina alias Ai” ungkap Cut Lem kepada wartawan Sabtu (21/8/2021) sore.

Ai, ketika menemui Ketua KIBAR ACEH, Muslim, SE, disalah satu Kaffe di Banda Aceh agar dapat menyelesaikan kasus dirinya dengan Walikota Langsa Usman Abdullah
Ai, ketika menemui Ketua KIBAR ACEH, Muslim, SE, di salah satu Kafe di Banda Aceh agar dapat menyelesaikan kasus dirinya dengan Walikota Langsa Usman Abdullah

Menurut Cutlem berawal dari pengakuan Ai bahwa Walikota Langsa Usman Abdullah telah melakukan Pelecehan Seksual terhadap dirinya dan Ai mau dirinya di lecehkan oleh Walikota Langsa karena Walikota Langsa Usman Abdullah berjanji menikahi Ai bahkan ianya meminta kepada ketua DPD KIBAR Aceh, Muslim, SE, Alias Cut Lem untuk mencarikan pengacara agar dirinya untuk meminta pertanggung jawaban Walikota Langsa Usman Abdullah yang telah melecehkan dirinya, ujar Cutlem seperti di ceritakan oleh Ai.

Cut Lem menambahkan, jika mesum di Pendopo antara Walikota Langsa Usman Abdullah dengan Nuraina alias Ai tidak benar kenapa Ai tidak di laporkan, malah setiap Ai membuat pengakuan, pihak Walikota langsung menemui Ai dan meminta Ai untuk melakukan klarifikasi dan membantah bahwa pengakuan tersebut tidak benar dengan alasan di paksalah, di ancamlah, di bayarlah dan meminta Ai untuk tutup mulut karena sebelum ai membuat pengakuan kepada ketua DPD Kibar Aceh.

Cutlem pada bulan Mei sampai bulan akhir Juni 2021 menurut Ai pada bulan Pebruari dan bulan maret 2021 Ai juga ada membuat pengakuan yang sama dengan cerita yang sama dan direkam juga serta meminta bantuan pengacara juga, terhadap perkara tersebut, utusan Walikota Langsa Usman Abdullah langsung datang menemui Ai dengan maksud meminta Ai untuk mengklarifikasi dan membantah dengan membuat pernyataan dan itu dibenarkan setelah beredar nya surat pernyataan Ai di medsos setelah ketua DPD KIBAR Aceh mempublikasikan berita ini ke media, ujar Cutlem.

Ai temui Ketua KIBAR ACEH Muslim, SE, dsalah satu Kaffe di Banda Aceh untuk membicarakan lanjutan agar Cutlem mencari Pengacara untuk Ai, agar kasus Ai dengan Walikota Langsa bisa berlanjut ke jalur Hukum. ( foto kiriman Cutlem).
Ai temui Ketua KIBAR ACEH Muslim, SE, di salah satu Kafe di Banda Aceh untuk membicarakan lanjutan agar Cutlem mencari Pengacara untuk Ai, agar kasus Ai dengan Walikota Langsa bisa berlanjut ke jalur Hukum. (foto kiriman Cutlem).

Ketua DPD KIBAR Aceh Cut Lem beranggapan ini seperti sandiwara keledai, antara Walikota Langsa Usman Abdulah dengan Ai agar perbuatan tidak senonoh di pendopo tidak terbongkar ketua DPD KIBAR Aceh muslim SE yang disapa dengan panggilan Cut Lem, menyampaikan kepada awak media bahwa jika tidak benar dan fitnah segera laporkan Ai sebagai sumber berita, tapi jika berani, jika berita mesum di pendopo benar, segera nikahi Ai sesuai janji Walikota Langsa kepada dirinya, supaya perkara dugaan kejahatan asusila yang sudah menjadi konsumsi Publik dapat selesai dan menjadi halal.

BACA JUGA :   Polisi Kembangkan Penangkapan Perampok Toko Emas di Medan

Sebelum membuat konversi Pers tanggal 16 agustus 2021 dan berita ini mencuat ke publik tiga minggu sebelumnya Cut lem selaku ketua DPD KIBAR Aceh sudah menyurati Walikota Langsa Usman Abdulah, terkait kejadian tersebut di pendopo, namun Walikota Langsa Usman Abdulah tidak membantah dan mengklarifikasi berita tersebut.

Terkait laporan Walikota Langsa terhadap Ketua DPD KIBAR Aceh Muslim, SE ke Polda Aceh yang laporan tersebut dipublikasi dimedsos dengan nomor polisi LP/B/158/VIII/2021/SPKT/POLDA ACEH tanggal 18 Agustus 2021 itu merupakan hak Walikota Langsa dan karena itu Ketua DPD KIBAR Aceh Muslim, SE jika mendapat panggilan Polisi maka akan hadir memenuhi panggilan Polisi dan berharap perkara ini sampai ke Pengadilan agar terungkap fakta- fakta di persidangan dan Muslim, SE alias Cut Lem berharap Pihak Polda Aceh profesional dan bersikap netral dalam perkara ini agar supremasi hukum tegak secara objektif, untuk menemukan kebenaran material dan tidak terpengaruh dengan janji atau pemberian sesuatu yang melanggar hukum serta tidak memihak kemana pun supaya terbukti mana yang benar dan mana yang salah, tutup Cutlem.

Seperti di beritakan media ini Senin (16/8/2021).

Muslem, SE, Ketua LSM KIBAR Aceh, bongkar kasus dugaan mesum oknum Walikota Langsa USA dengan Janda AI, warga pidie jaya yang sekarang bertempat Tinggal di Banda Aceh, Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh, (YLBH Iskandar Muda Aceh) H M Ali Abusyah, alias Abu Alex, minta uji materi kasus ini agar terhindar dengan Fitnah.

Cutlem sudah ada bukti kuat dan dokumen kalau bukti tidak ada tidak mungkin terjadi konferensi Pers.

Menurut Cutlem kepada sejumlah Wartawan menyebutkan, kejadian berawal kejadian bertepatan pada acara pesta perkawinan anak pak Irwandi Yusuf mantan Gubernur Aceh sekira 26 april 2018 oknum Walikota Langsa berinisal USA bin Alm Abdullah menghubungi Ai binti (Alm) Mustafa yang tinggal sementara di Kota Banda Aceh untuk datang ke Kota Langsa dengan mobil penumpang Hiace dan untuk keperluan tersebut Walikota Langsa USA mengirimkan uang kepada Ai Rp. 2 juta, agar janda ini segera ke Langsa ujar Muslim, SE, kepada sejumlah Wartawan pada acara konferensi Pers, Senin (16/8/2021) Sore di Kafe Plato Langsa.

BACA JUGA :   Pesawat Rimbun Air Cargo Seri Twin Otter 300 Hilang Kontak di Intan Jaya

Wartawan Media ini menerima rilis Pers, Senin (16/8/2021).

Dalam rilis yang dikirim menurut Muslim, SE, yang disapa Cutlem oleh Warga Langsa, berdasarkan pengakuan Saudari Ai binti (Alm) Mustafa bahwa oknum Walikota Langsa USA Bin (Alm) Abdullah warga Kota Langsa (52 tahun) dan Ai binti (Alm) Mustafa warga Aceh Tamiang (39 tahun) keduanya tidak terikat pernikahan yang sah menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku (bukan mahram) dan Berdasarkan Permintaan oknum Walikota Langsa USA, maka Ai berangkat dari Banda Aceh menuju Kota Langsa dan setibanya Ai di Kota Langsa.

Ai langsung menuju Pendopo Walikota Langsa dan selanjutnya Walikota Langsa USA memberikan fasilitas kamar tamu di Pendopo kepada Ai untuk bermalam, sekira pukul 24.00 WIB Walikota Langsa USA mengintip-intip ke kamar tempat menginap Ai, melalui jendela namun tidak masuk ke kamar dikarenakan Ai menginap bersama temannya seorang perempuan, kemudian setelah melihat situasi telah sepi, Walikota Langsa USA menelpon Ai untuk masuk ke Kamar USA, tapi melalui arah belakang supaya tidak dilihat orang, atas permintaan USA maka Ai bergegas masuk ke Kamar oknum Walikota Langsa USA didalam Pendopo Pemerintah Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Masih menurut Cutlem setelah melakukan Investigasi hampir 2 bulan ke lapangan termasuk menemukan AI ditempat tinggalnya di Banda Aceh, ujar Cutlem.

Menurut pengakuan kepada Cutlem dalam pertemuan hampir 10 x pertemuan, setelah Ai berada didalam kamar oknum USA, maka walikota Langsa USA langsung melakukan perbuatan tidak senonoh di sehingga kasus ini diminta.AI, dan pihaknya akan membuka semuanya kalau nantinya akan bersuara sampai ke meja hijau.

Menurut Cutlem, Atas Perbuatan oknum Walikota Langsa USA dan Ai diduga melanggar pasal 25 ayat (1) qanun Aceh nomor 06 tahun 2014 tentang pidana Jinayat, dapat diancam pidana Jinayat paling banyak 30 kali cambuk didepan umum (Ikhtilat), ujar Cutlem.

Perbuatan dugaan Pidana Jinayat Ikhtilat (bermesraan antara laki-laki dan Perempuan dewasa tanpa ikatan nikah) yang dilakukan dengan sengaja oleh Walikota Langsa USA dan Ai di dalam pendopo adalah sangat melukai perasaan warga Kota Langsa khususnya yang beragama Islam, karena selama ini masyarakat beranggapan Pendopo adalah tempat yang paling bersih dari perbuatan bejat Ikhtilat, ternyata image suci terhadap pendopo Walikota Langsa hanya isapan jempol belaka, masyarakat Kota Langsa sangat kecewa dan mengutuk keras terhadap praktek mesum yang dilakukan oleh Walikota Langsa USA dan Ai.

BACA JUGA :   Polisi Ungkap Kasus Penyadapan ATM Sebanyak Rp 17 Miliar

Elemen masyarakat peduli syariat Islam dan sejumlah masyarakat Kota Langsa yang pernah menjalani hukuman Pidana Jinayat cambuk, kurungan dan atau denda di Kota Langsa menuntut keadilan, agar siapapun yang melanggar syariat Islam, maka harus ditindak secara tegas, apalagi melakukan perbuatan tindak pidana jinayat Ikhtilat, seperti menghisap kemaluan perempuan oleh Walikota Langsa didalam Pendopo, yang merupakan gedung kebanggaan masyarakat Kota Langsa, untuk mengembalikan marwah dan nama baik Pendopo, maka wajib disamak oleh warga Kota Langsa sebagai bentuk pembersihan najis, warga Kota Langsa akan menggelar demo untuk meminta pertanggungjawaban Walikota Langsa USA terhadap penyalahgunaan gedung Pendopo sebagai tempat Praktek Kejahatan Asusila yang sangat bertentangan dengan Penegakan Syariat Islam di Kota Langsa, belum pernah dalam sejarah di Aceh ada Kepala Daerah melakukan mesum didalam Pendopo seperti yang pernah terjadi di Kota Langsa.

WALIKOTA LANGSA TIDAK MELAKUKAN SANGGAHAN

Kami selaku Ketua DPD Kibar Aceh telah menyampaikan surat secara patut kepada Walikota Kota Langsa USA bin (Alm) Abdullah, nomor 122/DPD/KA/2021 tertanggal 26 juli 2021 Perihal:

Press Realese yang mana meminta tanggapan tertulis untuk dijawab paling lambat tanggal 30 juli 2021, bertujuan menciptakan pemberitaan yang berimbang oleh Jurnalis, tetapi sampai melewati 30 juli 2021 Walikota Langsa USA bin (Alm) Abdullah tidak melakukan sanggahan terhadap fakta yang telah diuraikan dalam materi Press Realese, maka dianggap Walikota Langsa USA bin (Alm) Abdullah sependapat dengan fakta materi Press Realese perkara a quo.

Abu Alex, minta pihak penegak Hukum untuk menelusuri kasus duguan amoral yang disebut sebut, toke Suum terlibat, kita minta semua pihak harus melihat secara jernih, ujar nya, kepada Media ini Selasa (17/8/2021).

Pembuktian secara Hukum wajib apa yang disampaikan oleh Cutlem ke publik, dan kita juga minta kepada Walikota Langsa Toke Suum, silakan lapor ke polisi, pihak lain atau pihak pihak yang tidak mengetahui benar, sebaik nya dapat menahan diri dulu biar polisi yang melakukan penyelidikan kasus ini, ujar Abu Alex yang juga mantan GAM di Aceh.

Pembuktian secara hukum sangat perlu karena kasus ini sudan mencuat ke permukaan, uji materi juga sangat penting, apalagi kasus ini di Pendopo Langsa, tidak semua orang bisa masuk pendopo apalagi tidur di pendopo, ini pengakuan Ai juga perlu dipanggil pihak polisi.

Polisi kita minta agar gerak cepat, dalam kasus ini apa bila walikota Langsa sudah melaporkan yang kabarnya kita dengar sudah melaporkan ke Polda Aceh tutup Abu Alex.

Sementara itu Walikota Langsa Tgk Usman Abdullah, SE, mengirim pesan via WhatsApp kepada Media Realitas Senin malam sekira pukul 22.49, yang isinya :

Besok sya ke polda melaporkn fitnah dan pemerasan terhadap saya bukti saksi sdh cukup. (*)