Langsa | Realitas – Kota Langsa yang menyandang status zona merah harus menutup dua tempat wisatanya seperti Huta Kota dan Hutan Manggrove, Jumat (20/08/2021).
Wisata Hutan Kota yang berada di Gampong Paya Bujok Seuleumak, Kec. Langsa Baroe, dan wisata Hutan Manggrove di Gampong Kuala Langsa, Kec. Langsa Barat juga mengalami nasib yang sama yaitu ditutup sementara karena Kota Langsa zona merah.
“Ya untuk sementara ini wisata hutan kota kita tutup mengingat daerah kita masuk zona merah Covid 19,” ungkap Manager Operasional PT PEKOLA, M Nur.
Menurutnya, sejauh saat ini semua aktivitas dihentikan sejak tanggal 17 Agustus 2021 hingga 31 Agustus 2021 mendatang, sampai ada keputusan lanjutan dari tim satgas Covid 19 kapan wilayah Kota Langsa berubah warna.

“Kemungkinan sekitar 14 hari kita lakukan penutupan dan akan dievaluasi lagi status Kota Langsa, penutupan wisata hutan kota juga bagian dari memutus mata rantai Covid 19,” paparnya.
Dikatakan, M Nur, dengan ada penutupan areal wisata hutan kota yang biasanya setiap hari ada kunjungan sekitar 500 orang pada hari biasa dan ketikan pada hari libur bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 orang bisa menutupi biaya operasional di hutan kota.
Namun ketika saat ini harus ditutup, pihak operasional agak sedikit ‘kelimpungan’ dalam memberi makan hewan peliharaan yang ada di hutan kota.
“Ya, sedikit pusinglah terkait makan hewan peliharaan, karena ditutup sementara, tapi kita yakin pasti ada solusi terbaik dimana hewan peliharaan tetap kita berikan asupan makanannya,” tandas M Nur atau yang kerap disapa Ceknu.
Hal senada juga diutarakan oleh pihak pengelola Hutan Manggrove, Yana Ayudhia, mengatakan sejak diberlakukan zona merah hasil keputusan bersama Forkopimda Kota Langsa yang menyandang zona merah maka seluruh objek wisata tidak diperkenankan dibuka.
Hal ini dilakukan oleh tim satgas Covid 19 guna memutus mata rantai Covid 19 di Kota Langsa.
“Ya sejak beberapa hari lalu sudah dilakukan penutupan dan dijaga oleh tim satgas agar tidak ada pengunjung yang memasuki objek wisata Hutan Manggrove,” tukasnya singkat. (Rapian)











