Simeulue | MEDIAREALITAS – Ruas jalan asphal Multy Years Contract (MYC) yang baru selesai dibangun akhir tahun 2022 mengalami Longsor, pada titik Kurang lebih di STA 18+00 (Stasioning / titik awal) di ruas jalan Sinabang-sibigo daerah Sibao, Simeulue Timur.
Staf Teknis Dinas PUPR Aceh Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD-IV) Meolaboh Mahzur dan Erwin didampingi Ir. Safrian Suandi dari dinas PUPR Simeulue. Mahzur mengatakan pihaknya telah meninjau aspal yang longsor di ruas jalan provinsi atas keluhan warga. Jumat (28/07/2023).
Ruas asphal yang longsor diakibatkan box culvert (gorong-gorong beton) dibawah lapisan material jalan asphal pecah dari bawah yang termakan usia. Sehingga membuat ruas jalan longsor. Kondisi tersebut menjadi bahan laporan staff teknis UPTD -IV kepada pimpinannya untuk tindak lanjuti.
“Dengan kondisi asphal yang longsor diakibatkan box culvert rusak di bawahnya, karena berada pada ruas jalan provinsi akan kami laporkan kepada Pimpinan UPTD 4 meulaboh sebagai atasan kami. Untuk sementara ini, kami polisline (tanda bahaya) sebagai rambu-rambu” Ucap mahzur.

Karena saat ini anggaran rutin ruas jalan provinsi sangat sangat minim, untuk tahun ini anggaran pemeliharaan ruas jalan provinsi di UPTD 4 melaboh yang di kelola hanya 1,3 Milyar diperuntukkan 7 kabupaten/ kota (melaboh, Nagan Raya, Abdiya, Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil dan Simeulue) artinya jauh dari apa diharapkan. Apalagi ruas jalan ini baru selesai di bangun akhir tahun 2022 oleh rekanan. Terang Mahzur
Keluh mahzur kedepannya anggaran pemeliharaan ruas jalan provinsi yang dikelola UPTD IV bisa ditambah agar bisa maksimal melakukan pemeliharaan jalan ruas jalan provinsi yang membawahi 7 kabupaten/ kota. Dengan anggaran yang memadai, Khusus untuk Simeulue estimasi 2 Milyar dengan panjang 92 KM ruas jalan provinsi Aceh. Dengan kondisi beberapa jembatan dan jalan yang rusak.
Sebagaimana diketahui, akibat jalan asphal di Desa Sibao mengalami kerusakan, warga setempat mengeluh karena transportasi terganggu. Dan kalau tidak segera diperbaiki khawatirnya retakan asphal semakin besar memakan ruas jalan dan bisa mengakibatkan kecelakaan bagi warga yang melintas. Ucap Ardi seorang warga pelintas tetap ruas jalan itu.
Wartawan Mediarealitas mengkonfirmasi melalui pesan WhatsApp ke Yusdi sebagai pihak rekanan terkait jalan asphal Multi yers yang longsor di daerah Sibao kecamatan Simeulue Timur. Yusdi menjawab pesan WhatsApp, akan berkoordinasi dengan PUPR propinsi Aceh kerusakan asphal itu menjadi tanggup siapa.
“Kita koordinasi dengan dinas PUPR aceh nanti, itu menjadi ranah pekerjaan siapa. karena itu penyebabnya box existing yang rusak makanya retak jalan dan rusak asphal. Memang dalam ruas, tapi box itu existing. Besok kita coba konfirmasi ke dinas PUPR, dan biasanya itu masuk ke bagian pemeliharaan bang. Tapi coba kita tanya ke dinas biar gak simpang siur.” Terang Yusdi.
Mediarealitas minta tanggapan Anggota DPRA Fuadri melalui pesan WhatsApp nya terkait ruas jalan provinsi yang longsor di Simeulue. Dan media memberikan informasi kondisi ruas jalan dilapangan.
Fuadri memberikan tanggapannya. “Pemerintah Aceh harus menangani kerusakan jalan provinsi Aceh di kabupaten Simeulue. Terindikasi bahwa kerusakan terjadi karena kualitas jalan yang sangat rendah sehingga rentan mengalami kerusakan.”
“Pemerintah Aceh melalui skpa PUPR dapat memerintahkan pihak pelaksana untuk bertanggung jawab dan segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Kemungkinan ke depan masih ada potensi kerusakan terjadi, oleh karena itu saya berharap agar segala potensi kerusakan dapat segera dilakukan upaya antisipasi.”
“Kerusakan jalan yg terjadi saat ini merupakan Jalan provinsi yang pelaksanaan pembangunannya menggunakan sistem pembiayaan MYC yang baru saja selesai pelaksanaannya pada tahun 2022. Kita merasa sangat kecewa dengan hasil yang ada dilapangan saat ini karena jalan tersebut belum satu tahun sudah mengalami kerusakan”. Ucap Fuadri
“Ada indikasi bahwa pihak pelaksana kerja asal-asalan sehingga kualitas jalannya sangat rendah. Hal ini perlu dilakukan pendalaman kembali terkait pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan jalan provinsi MYC yang telah menghabiskan uang negara hampir 100 Miliar oleh pihak terkait”. Tutup Fuadri. (*)
Penulis : Zulfadli
Editor: Redaksi











