PT Tanur Tidak Bertanggung Jawab Atas 15 Jamaah Umroh Aceh Barat

oleh -546.759 views
PT Tanur Tidak Bertanggung Jawab Atas 15 Jamaah Umroh Aceh Barat
Surat Pemberhentian Kerjasama No surat SKP/01-02/TMT/2023.

Meulaboh | Realitas – Pihak PT. Tanur Muthmainnah Tour Pusat tidak bertanggung jawab atas nasib 15 jamaah umroh asal Aceh Barat yang terlantar di Bogor, Jawa Barat.

Hal ini disampaikan oleh Dir Humas Nasional PT. Tanur Muthmainnah Tour Jakarta Barat, Salbin Abdullah Nahdi melalui Telepon seluler kepada awak mediarealitas, Kamis malam (5/1/2023).

“Kami hanya bertanggung jawab atas 11 jamaah umroh yang menyetorkan langsung biaya umroh melalui rekening resmi, 15 sisanya diluar tanggung jawab Tanur,”kata Dir Humas Pusat PT.Tanur.

Dijelaskan, Zaini Dahlan, mantan Owner travel Tanur Muthmainnah Tour Cabang Meulaboh yang diduga sebagai dalang permasalahan terlantarnya jamaah umroh asal Aceh Barat di Bogor, Jawa Barat telah diberhentikan dari pekerjaannya.

Hal ini diketahui setelah beredarnya surat pada 4 Januari 2023 dengan perihal pemberhentian kerjasama dengan No surat SKP/01-02/ TMT/2023, menanggapi berbagai kejadian saat ini dan sejumlah laporan pengaduan mengenai kinerja Zaini wilayah Aceh.

“Itu benar, ada surat pemecatannya sama saya, sekarang sudah Kami tangkap dia (Zaini Dahlan) dikantor untuk bertanggung jawab,”tegas Salbin.

Sebelumnya diberitakan, puluhan jamaah umroh asal Aceh Barat dikabarkan gagal berangkat menunaikan ibadah di tanah suci Mekkah, hingga terlantar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pasalnya puluhan jamaah itu diduga mengalami penipuan dari pihak travel cabang Meulaboh yaitu PT. Tanur Mutmainah Tour, yang memberangkatkan jamaah umroh.

Sebelumnya, para jamaah itu dijanjikan berangkat pada 17 November 2022 lalu, namun unduran itu tidak menjadi kekhawatiran jamaah dengan menunggu sesabar mungkin. Hal itu dikatakan Muhammad Afzar warga Meulaboh, Rabu (4/1/2023).

BACA JUGA :  Oknum Kaur Pembangunan Desa Seuneubok Saboh Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur di Duga Kuat Menghambat Bantuan Rehab Rekon Kepada Masyarakat

Alhasil sejak 14 Desember 2022 jamaah itu start dari mesjid agung menuju ke Bandara Sumatra Utara dan dipersiapkan berangkat ke jeddah Arab Saudi.

“Tetapi mereka justru terlantar di Bogor, menjadi pertanyaannya mengapa jamaah itu di stagnankan disitu. Padahal seharusnya dari Medan langsung ke tanah suci Mekkah,” ungkapnya.

Terdapat 26 jamaah umroh diberangkatkan, namun hingga kini sejak tanggal 14 Desember sampai 4 Januari 2022 pukul 12.00 WIB hanya 11 orang lepas landas ke jeddah dan tersisa 15 orang terbuai kebingungan disalah satu hotel kabupaten tersebut.

Anehnya lagi, makan minum ditanggung pribadi, padahal pada hakikatnya setiap jamaah umbroh telah menyetor uang keberangkatan sekaligus akomodasi secara lunas total dibuktikan kwitansi.

Senada dikatakan Ali warga Desa Cangge, Pante Ceureumen anak dari seorang jamaah yakni Rusli dan Tihajar, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak travel tersebut yang rela menelantarkan para jamaah.

Ia Menilai, peristiwa dialami orang tua nya itu diduga tergolong pada penipuan, sehingga ia menyiapkan diri menelusuri sebab akibat pihak penyedia pemberangkatan.

“Slip penyetoran keberangkatan tertuju ke orang kepercayaan ada digengaman saya, terus masalah terbesar invoicenya atas nama orang lain bukan nama orang tua saya,” imbuhnya.

Dijelaskannya, pihak humas PT tersebut diketahui menjalankan mediasi damai sembari mengecek kondisi jamaah di Bogor yang tidak layak lagi untuk menetap walau sementara.

“Hingga saat ini masih di hotel itu yang tidak memedai lagi untuk menetap karena para jamah kebanyakan sudah lanjut usia dan keluhan pun muncul dari setiap mereka,” jelasnya.

BACA JUGA :  Oknum Kaur Pembangunan Desa Seuneubok Saboh Kecamatan Pante Bidari Aceh Timur di Duga Kuat Menghambat Bantuan Rehab Rekon Kepada Masyarakat

Usai penyetoran uang ke pihak PT itu dari 26 jamaah melalui seorang kepercayaan berinisial Zaini selaku Owner cabang PT itu telah tersalurkan Rp 80 juta, namun terhutang Rp 700 juta.

“Kalau begini terkesan pihak mereka menyandra orang tua kami disana, lebih herannya lagi Zaini memerintahkan anak jamaah untuk mencari uang, dan saya khususnya diminta 300 juta dengan iming-iming menggadai surat tanah kebun sawit. Mafia besar dia itu,” gamblangnya.

Lebih lanjut di menjelaskan bahwa pihak cabang perusahaan itu menempatkan jamah disalah satu hotel Bogor berada ditempat tidak ada jaringan, sehingga anak dari seluruh jamaah sulit menghubungi orang tuanya.

“Sengaja ditempatkan disitu karena tidak ada jaringan hp, seolah terfikirkan oleh anak bahwa orang tua kami telah diberangkatkan ke jeddah. Begitu mafianya akal dari Zaini,” imbuhnya.

Zaini Owner cabang Tanur Mutmainah Tour cabang Meulaboh, membenarkan adanya kejadian tersebut dengan memiliki sisa jamaah 15 orang.

Saat ditanyakan alasan kuat mengapa belum diberangkatkan para jamaah itu, dirinya enggan menjelaskan sebab dan penyebab pastinya itu bagaimana, bahkan meminta media ini untuk tidak mempublkasikan khalayak umum.

“Ada yang belum cukup seat, Yang baru berangkat 11 orang tadi pak, kami akan adakan rapat lanjut untuk mengupayakan keberangkatan jamaah secepatnya,” sebutnya dengan gejolak suara gemetar dan kebingungan.

Hingga kekinian, kata dia jadwal keberangkatan sejumlah jamaah tersebut belum dijadwalkan. (Rico)