IKLAN YARA

Menyambut Bulan Suci Ramadhan Dengan Dzikir Akbar di Bukit Selamat

oleh -374.489 views
Ramadhan
Foto: Mahasiswa IAIN Langsa, Yovi Monika.
UPDATE CORONA

Oleh: Yovi Monika Mahasiswa IAIN Langsa

Tidak terasa tinggal menghitung hari datangnya bulan ramadhan, ramadhan datang membawa keberkahan bagi setiap umatnya.

“wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.”

Ketika akan memasuki bulan istimewa yang menyebar banyak kebaikan. Bulan yang ditaburi keberkahan. Bulan yang siang malamnya terliputi kemuliaan.

Bulan yang diantara salah satu malamnya bernilai lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang pada akhirnya tidak ada alasan buat tangan kita kecuali membentang, seraya lisan berujar, Marhaban ya Ramadhan Allahu akbar. Kenikmatan menyambut ramadan ini adalah bagian dari kecintaan tak berperi atas kehadiran bulan rahmat dan ampunan.

Oleh karena itu, oleh karena itu Nabi Muhammad SAW biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat karena datangnya bulan ini. Beliau menjelaskan keutamaan Ramadhan dan janji –janji indah berupa pahala melimpah bagi orang yang berpuasa dan menghidupkannya.

Di tengah daruratnya pandemi dinegri ini, kita harus menyambut dengan kegembiraan dan lapang dada.

Bagi masyarakat indonesia  suasana jelang ramadhan membawa kehangatan tersendiri, bahkan hanya dengan melihat iklan sirup saja sudah membawa memori indah dibenak kita tentang keindahan bulan suci ramadhan, hal pertama yang dilakukan rasullullah untuk menyambut bulan paling istimewa ini adalah dengan banyak berdoa. dan yang kedua, memperbanyak puasa.

Dalam sejumlah riwayat  dikisahkan bahwa memasuki Sya’ban beliau paling banyak melakukan puasa selain dibulan ramadhan.  ketiga, salat malam.

Keempat, bertaubat.  Kelima meyambut dengan gembira, tidak hanya  menyambut dengan perasaan gembira, Rasullullah juga memanjatkan doa tatkala melihat hilal yang menjadi pertanda masuknya bulan puasa.

Dan yang terahir Rasullullah menyambut Ramadhan dengan Berzikir, sering-sering mengingat Allah termasuk amalan yang utama dalam meyambut bulan mulia. Mengenai keutamaan zikir ini, sahabat Abdulla bin Busr pernah bertanya :

ya Rasullullah, ajaran-ajaran islam telah banyak padaku, maka beritahukanlah aku sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan. Rasullullah menjawab, “ Biarkanlah lisanmu terus basah dengan menyebut Allah.” (HR. Tirmidzi)

Tidak hanya Rasullullah yang menyambut bulan suci ramadhan dengan berbagai amalan, bahkan umat Rasullullah juga mengikuti langkah-langkah beliau, salah satunya adalah dengan berzikir. Dzikir adalah ibadah hati dan lisan yang tidak mengenal batas waktu.

Bahkan Allah memberikan sifat ulul albab, adalah mereka-mereka yang senantiasa menyebut Rabnya, baik dalam keadaan berdiri, duduk bahkan juga berbaring.

Secara bahasa zikir artinya mengingat, sedangkan menurut istilah dzikir artinya membasahi lidah dengan ucapan-ucapan pujian kepada Allah. Dan secara etimologi Dzikir berasal dari kata “zakara” berarti menyebut, mengucap, mempelajari, memberi dan nasihat.

 Di sebuah Desa dikecamatan sungai raya terdapat sebuah dayah yang bernama Futuhul Muarif AL-Aziziyyah (FMA), dayah ini terletak di Gampong Buket selamat, kecamatan sungai Raya, kabupaten Aceh timur.

Dayah ini Merupakan cabang kelima (Furu’ Khamis) dari dayah MUDI MESRA Samalanga, yang berada di bawah pimpinan Abi Muhammad Isa. Dayah Futuhul Muarif Al-Aziziyah didirikan pada tahun 2016 di Desa Bukit Selamat.

kemajuan dan perkembangan, yang ditandai banyaknya santri di dayah ini, tidak hanya dari desa ini saja, tetapi juga terdapat santri yang berasal dari luar desa.

Pada malam rabu tanggal 6 april, dayah Futuhul Muarif Al-Aziziyah mengadakan zikir akbar untuk menyambut Bulan suci Ramadhan. Zikir ini dimeriahkan  oleh  Majelis Anwarul Habib yang di pimpin oleh habib Fahmi Assegaf dari langsa.

Zikir ini tidak hanya dihadiri oleh para santri saja, tetapi penduduk desa   Buket selamat dan desa lain pun juga ikut berbondong-bondong memeriahkan zikir ini untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Mulai dari anak-anak hingga orang tua juga ikut menghadiri zikir akbar ini.

Zikir berlangsung dengan penuh semangat dan sangat meriah. Semua orang meneriakkan nama-nama Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Kenapa kita kembali berzikir ? karna zikir bisa menjadi wasilah syiar untuk mengembalikan kesucian bulan yang berlimpah kebaikan dan keberkahan tersebut. Kita harus bersiap dengan kehadirannya.

Zikir bisa dilakukan dengan hati  (mengingat), bisa pula dengan lisan (menyebut-nyebut). Menjadikan lisannya berzikir berarti menundukan lisannya untuk terus membaca dan menyebut asma-asmanya.