IKLAN YARA

Zikir Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadhan

oleh -272.489 views
Zikir Bersama
Foto : Mahasiswi IAIN Langsa, Raudhatul Mauliza Alda
UPDATE CORONA

Oleh : Raudhatul Mauliza Alda, Fakultas ; syariah Mahasiswi IAIN Langsa

Bulan suci ramadhan akan segera tiba yang insya allah akan terselegarakan pada hari selasa 13 april 2021. Maka  disini akan diadakan kegiatan zikir akbar di masjid nurul iksan bukit selamat. Sebuah kegiatan dalam rangka menyambut kehadiran bulan suci ramadhan 14442 hijriyah, marhaban ya ramadhan.

Selamat datang, wahai bulan ramadhan, inilah tema yang akan disusun dalam melaksanakan zikir bersama menyambut suci ramadhan yang nantinya akan di isi dengan sedikit tausiyah singkat yang akan disampaikan oleh KH Teungku Zulkarnain dan Habib Dr Ahmad al- kaff,  subhannallah tidak terasa waktu begitu bergerak cepat.

Yang dalam hitungan hari kita akan tinggalkan lembayang bulan sya’ban dan kita akan jejakan kaki dibulan ramadhan. Dimana pada bulan tersebut mengajak kaum muslimin di berbagai belahan dunia untuk berpuasa selama satu bulan lamanya.

wahai orang – orang yang beriman diwajibkan kepada kamu untuk berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang- orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang- orang yang bertaqwa”. ( QS al- Baqarah, 2: 183).

Kita akan akan memasuki bulan istimewa dimana pada bulan tersebut terdapat banyak kebaikan. Bulan yang ditaburi dengan berbagai macam keberkahan serta keindahan yang terdapat didalamnya. Bulan yang siang dan malamnya terliputi kemuliaan. Bulan yang diantara salah satu malamnya bernilai lebih baik dari seribu bulan.

Bulan yang pada akhirnya tidak ada alasan buat tangan kita  kecuali membentang, seraya lisan berujar , marhaban ya ramadhan Allahu Akbar, kenikmatan menyambut ramadhan ini adalah bagian dari kecintaan tak berperi atas kehadiran bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Oleh karena itu , Nabi muhammad Saw biasa memberikan kabar gembira kepada para sahabat karena datangnya bulan ini, beliau menjelaskan keutamaan ramadhan dan janji- janji indah berupa pahala melimpah bagi orang- orang yang berpuasa dan menghidupkanya.

Kenapa kita kembali berzikir ? karena berzikir bisa menjadi washilah syiar untuk mengembalikan kesuciaan bulan yang penuh berlimpah kebaikan dan keberkahan bagi kita umat islam yang melaksanakannya.

Istilah zikir berasal dari bahasa Arab, yang berarti dzakara yadzkuru – dzikir, Artinya mensucikan dan memuji ( Allah) , ingat , mengingat peringatan, menutur menyebut serta melafalkan.

Di dalam Alquran, yang juga disebut Adz-Dzikra, kita dapat menjumpai kata itu di dalam berbagai bentuknya (masdar, fil madhi , amar mudhari, dan sebagainya) lebih dari 280 kali dengan berbagai maknanya termasuk makna istilah seperti berikut ini.

Zikir secara istilah berarti mengingat menyebut Allah. Dia mengingat Allah maka lisanya terus menyebut Allah. Karena menyebut Allah maka hatinya terus mengingat Allah, mengimngat gerak hati sedangkan menyebut gerak lisan.

Karena itu zikir bisa dilakukan dengan hati (mengingat) bisa pula menyebutnya dengan lisan. ( menyebut-nyebut). Menjadikan lisanya untuk terus membaca dan  menyebut asma- asamanya allah.

Pada titik inilah keadaan lisan harus dibasahi dengan untaian kaliamat tasbih, yasmid , tahlil, dan takbir. Tidaklah lisan kita basah kecuali dengan zikrullah.

Karena didalam hadis sahih riwayat at-Turmudzi dari sahabat Abdullah bin Busr katanya” ya rasulullah ajaran- ajaran islam telah banyak padaku, maka beritahukanlah aku sesuatu yang dapat aku jadikan pengangan, rasulullah menjawab “ Biarkalah lisanmu terus basah dengan menyebut Allah. “

Sampai rannah ini rasanya menghadiri majelis – majelis zikir. Dan untuk pengertian zikir itu sendiri adalah amalan amalan kita sebagai umat islam dalam menyambut datang ramadhan dimana pada bulan tersebut terdapat banyak keberkahan seraya kita berzikir memohon ampunan kepada Allah SWT.

Adapun sejarah tentang zikir bersama menyambut bulan suci ramadhan yaitu :

Sejarah menyambut bulan suci ramadhan sebenarnya sudah ada sejak zaman sebelum nabi Muhammad SAW, tepatnya saat zaman jahiliyah, Allah menyuruh kaum jahiliyah untuk melakukan ibadah puasa ramadhan namun mereka tidak mau melakukanya mereka malah menetangnya. Kemudian pada  zaman nabi muhammad SAW puasa ramadhan kembali dilakukan lagi atas perintah Allah SWT, melalui beberapa proses berikut ini.

Pada awal puasa Ramadhan mulai disyariatkan di tanggal 10 sya’ban tahun kedua hijriyah atau setengah tahun setelah umat islam behijriyah dari mekkah menuju madinah.atau pada saat setelah umat islam diperintahkan untuk memindahkan kiblat yang sebelumnya mengaraha ke masjid Al- iksan kemudian berubah mengarah ke masjidil haram.

Menurut hadis yang diriwayatkan oleh muadz bin jabal, beliau mengatakan bahwa sebelum Nabi mendapatkan perintah untuk berpuasa Ramadhan , Nabi muhammad SWA telah melaksanakan puasa asyura dan puasa tiga hari setiap bulannya. Kemudian puasa ramadhan mulai diwajibkan pada tahun ke 2 hijriyah atau 624 masehi, Hal ini juga bersamaan dengan disyariatkan salat ied zakat fitrah dan kurban.

Surat Al Baqarah ayat 183 tentang Puasa Ramadhan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Dari ayat Al-Quran surat Al-Baqarah ayat ke 183 di atas, jelas bahwa mengajak hamba Allah yang beriman agar melakukan ibadah puasa secara wajib. Supaya menjadi orang-orang yang senantiasa bertakwa pada Allah SWT.

Ayat Al-Baqarah 184       

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ‎

Artinya: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberikan makan bagi seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengethaui.” (QS. Al-Baqarah, Ayat 184).

Kutipan ayat tersebut juga menerangkan bahwa hukum apabila kita berhalangan tidak mampu berpuasa. Ada dua pilihan yang ditawarkan yaitu yang pertama wajib mengganti puasa di lain kesempatan atau di luar bulan ramadhan sejumlah yang di tinggalkan bagi orang sakit ataupun musafir dalam perjalanan. Kedua, jika masih tidak mampu mengganti puasa di lain kesempatan, maka hendaknya membayar fidyah dengan memeberi makanan pada orang miskin.

Kandungan ayat tersebut menjelaskan bahwa, di malam hari kita diperkenankan untuk menggauli pasangan sah masing-masing. Selain itu diperbolehkan makan dan minum pada malam hari karena Allah Maha Memahami hamba-Nya.

Dalam artian kita tidak boleh berpuasa di malam hari. Akan tetapi jika sudah masuk waktu dalam berpuasa jangan melakukan hal itu semua karena perbuatan-perbuatan itu terlarang.Dengan mengetahui ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah puasa, semoga ibadah puasa kita lancar dan mendapat berkah dari Allah SWT.

Adapun hadis tentang puasa ramadhan berikut ini :

HR, Ahmad Nasai dan Baihaqi mengatakan bahwa telah datang kepadamu bulan ramadhan bulan yang diberkahi dimana Allah mewajibkan puasa dibulan itu kepada kamu.

Pada bulan itu pintu- pintu langit dibuka dan pintu- pintu neraka di tutup dansetan setan durhaka dibelenggu. Karena dibulan itu terdapat suatu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Dan barang siapa menghalaginya untuk mendapatkan kebaikanya, maka ia terhalangi.

HR Bukhari Muslim beliau mengatakan bahwa barang siapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka akan di ampuni dosa- dosanya yang telah lalu.

 HR Bukhari Nomor 1909

Beliau mengatakan bahwa berpuasalah kalian karena melihat nya hilal dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan syaban sampai tiga puluh hari.