Langsa | Realitas – Para dewan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Langsa meminta Pj Walikota Langsa, Ir Said Mahdum Majid agar memutasikan oknum Kepsek di sekolah itu karena sikap arogansinya terhadap Guru dan Siswa sudah kelewatan.
Demikian dalam temu pers yang digagas para dewan guru, Selasa (27/12 /2022) petang.
Menurut para dewan guru, yang mewakili beberapa guru lainnya menyatakan mereka sudah tidak sanggup lagi menghadapi oknum kepsek yang berinisial RS tersebut karena tingkah lakunya sangat arogansi.
Selain itu kepsek RS tersebut sudah tidak bisa lagi mengayomi para bawahannya, disamping itu juga sikap arogansinya terhadap dewan guru yang sering dilakoni oleh oknum kepsek tersebut.
“Dia sering mengeluarkan kata-kata tidak wajar alias manusiawi, bahkan sering juga perintah tidak wajar,” ujar para dewan guru, didampingi sejumlah guru SDN 3 Langsa.
Oleh karenanya, kami meminta Pj Wali Kota Langsa agar melakukan mutasi oknum kepsek tersebut agar bisa menyelamatkan 321 peserta didik, ujar sejumlah guru lain.
“Seperti contoh untuk minta tanda tangan saja sulit diberikan kepada para dewan guru, urusan administrasi, bahkan sewaktu teken rapot harus memberikan sejumlah imbalan atau urusan lainnya juga sangat dipersulit oleh oknum kepsek tersebut, tegasnya.
Bahkan lebih tragisnya ketika memarahi guru acap kali di depan para peserta didik dan fenomena ini tidak wajar bahkan ada guru yang sering disuruh bersihkan ruang kepala sekolah dan hal-hal lainnya, ujarnya lagi.
Artinya para guru sudah pernah menyampaikan keluh kesah ini kepada pihak Dinas terkait perlakuan tidak enak terhadap oknum kepsek tersebut, namun hingga saat ini tidak ada memberikan solusi yang terbaik, ujar para guru guru .
“Kami tidak mau pindah dari SDN 3 Langsa, tapi yang harus digaris bawahi adalah oknum kepsek tersebut yang musti digantikan dalam waktu dekat ini dan ini tuntutan dari kami para guru, ujar para dewan guru.
Kalau mau ditelisik persoalan ini pada awalnya sebelum oknum kepsek ini menjabat kondisi sekolah aman dan terkendali, namun dibawah kepemimpinan RS, semakin runyam dan penuh intrik serta perlakuan tidak enak terhadap guru ASN maupun guru bakti (non PNS—red).
Seharusnya pihak dinas juga lebih arif dan bijaksana dalam menempatkan Kepsek, kenapa musti oknum yang tidak mempunyai kredibilitas dan peranggai yang arogansi tersebut yang ditempatkan disitu.
“Kami minta ketegasan Pj Wali Kota Langsa agar segera dipindahkan oknum Kepsek tersebut bahkan pengunaan dana BOS juga tidak pernah transparan, pokoknya kami akan berjuang hingga tetes darah penghabisan agar dia dipindahkan,” pungkasnya, kalau pihak Pj Walikota Langsa ingin mendapatkan fakta yang sebenarnya, kami para dewan guru siap bertata muka, dengan Pj Walikota, juga hadirkan pihak terkait, ujar para guru yang selama ini sangat tertindas.
Dihubungi secara terpisah oleh Wartawan, Kepsek SDN 3 Langsa, RS, Selasa (17/12/2022) menyatakan bahwa pada intinya mereka tidak mau diberlakukan disiplin makanya mereka meronta.
Pun demikian, tuduhan arogansi dan mengeluarkan perkataan tidak senonoh yang ditujukan kepadanya itu tidak benar, ujar RS.
“Menurut RS, Sudah tujuh kepsek ditempatkan disitu namun perlakuan mereka tetap seperti itu, saat inipun sudah dilakukan pembinaan,” ucap RS diujung selularnya.
“Saya tidak pernah melakukan perkataan senonoh atau menghina para guru bahkan saya juga tidak pernah arogan dalam menyikapi persoalan,” timpalnya.
Lebih lanjutnya memang mereka (para guru —red) ingin mengulingkan jabatannya sebagai kepsek.
“Sekarang ini ada pihak-pihak yang ingin mengulingkan saya, dan sayapun sudah siap, karena tanpa ada digulingkan sayapun akan terguling karena memasuki masa pensiun,” lirihnya. (*)











