Aksi Pembakaran Kitab Suci Alquran di Qrebro City Swedia Digagalkan

oleh -199.759 views
Aksi Pembakaran Kitab Suci Alquran di Qrebro City Swedia Digagalkan
foto istimewa

Swedia | Realitas – Aksi orasi dan pembakaran Kitab Suci Alquran, di Qrebro City Swedia Jum’at 15 April 2022 petang sekitar pukul 07.14 PM (pukul 00.14 WIB Sabtu dinihari, 16 April 2022) digagalkan aksi massa. Suasana damai pun tiba-tiba berubah ricuh.

Awalnya, sesuai izin dikantongi Rasmus Paludan, warga negara asing dari Denmark merencanakan pembakaran sejumlah ratusan kitab suci ummat Islam (Alquran) di depan Masjid Besar Kota Qrebro, Swedia.

Rencana pada lokasi ini, tiba-tiba pihak kepolisian setempat memindahkan ke lokasi barunya Taman Sveaparken di kota yang sama, tutur Asnawi Ali, kepada Pemred Media Realitas di Kantor Pusatnya Jalan Syiah Kuala, Langsa.

Di lokasi baru ini sejak pukul 05 sore waktu setempat, polisi Swedia sudah berjaga-jaga dengan mengerahkan empat armada dari berbagai jenis.

Sudah dua jam dinantikan, namun Rasmus Paludan si pelaku aksi ini tak kunjung datang juga.

Suasana semakin ramai, para ummat Islam Eropah, asal Asia, dan Asia Tenggara (Asteng), termasuk etnis Aceh mulai dongkol.

Dalam suasana menjelang berbuka puasa itu, mereka mulai tegang dan mempertanyakan soal ketidak hadiran pelaku aksi dan proses perizinan terhadap bangsa asing, hingga terjadi perang mulut dan menyusul terjadinya kebakaran kenderaan polisi negara itu.

BACA JUGA :  Warga Tolak Perpanjangan HGU PT Citra Ganda Utama, LSM KANA Minta Pemerintah Ambil Langkah

Semula hanya perang mulut dengan polisi tentang pemberian izin orasi dan pembakaran Alquran disusul suasana hiruk pikuk.

Terikan aneka bahasa Arab, Inggeris, Swedia, satu-satu terdengar suara orang melayu dan yang paling ganas dan keras suaranya adalah etnis Aceh, tukas Asnawi.

Menurut Asnawi Ali pemuda asal Grong-Grong Pidie ini, ketika menerima kabar tentang rencana pembakaran Alquran ini, dianya sedang berada di London.

Walaupun berada di negeri Scandinavia bersuhu dingin, namun darahnya bagaikan mendidih begitu menerima rencana aksi pembakaran kitab suci ini.

Jumat pagi kemarin pemilik Vlogger ATAKANA TV ini, langsung terbang ke Stockholm, Sweden.Perjalan ke Kota Qrebro sebalah barat kota ini menempuh jarak 200 kilometer atau satu satu tempuh dengan kereta Api.

Usai shalat Ashar Chik, putik, tuha muda, inong-agam (kakek, nenek, cucu, tua, muda dan seluruh jenis kelamin) dari seluruh etnis bangsa di dunia langsung berkumpul dan mereka berjalan kaki menuju Taman Sveaparken untk menggagalkan rencana aksi orasi brutal ini.

Sepertinya si anti Islam ini, Rasmus Palundan sengaja menggelar rencana aksi orasi dan pembakaran Alquran ini dilakukan bersamaan memperingati Jumat Agung, Sabtu Suci dan Hari Minggu Paskah(Wafat Isa Al-Masih) bagi ummat Kristiani.

BACA JUGA :  Warga Tolak Perpanjangan HGU PT Citra Ganda Utama, LSM KANA Minta Pemerintah Ambil Langkah

Keanehan terjadi, polisi setempat terlihat sangat ketakutan dan lari pontang panting (jicawiek iku-iku), melihat gelombang massa ummat Islam.

Padahal sesungguhnya jumlah itu tidak seperti terlihat di matanya (Mungkin bayangan mirip dengan perang Badar?)

Perlengkapan penangkis huru hara dan kenderaaannya mereka tinggalkan begitu.Beberapa menit menjelang berbuka puasa api semakin membubung tinggi tapa ada bala bantuan satu pun.

Bukankah perang badar zaman Nabi Muhammad SAW, berlangsung di bulan puasa lengkap dengan persenjataan perangnya dari kedua belah pihak.

Aksi penghadangan pembakaran Alquran kali ini hanya berbekal pekikatkan gema Allahuakbar berkali-kali, polisi sudah lari terbirit-birit.

Padahal sebelumnya pasukan polisi ini sempat melepaskan tembakan peluru karet dan gas air mata terhadap para demonstran yang terus merangsek.

Si Rasmus Paludan yang ditunggu-tunggu tidak kelihatan batang hidungnya, sebut Asnawi Ali ini kepada di Indonesia tutupnya, mengakhiri.

Rasmus Palundan ini, pernah melakukan pembakaran Alquran juga tahun 2019 di Linkoping n Rinkeby.

Akhirnya dia dicekal masuk ke Swedia selama dua tahun, seiring berakhir masa cekal, kini Dia kembali membuat onar lagi lagi di kota Qredro. Kota ini merupakan kota besar ke enam di Swedia ini. (*)