Tradisi Ziarah Kuburan Saat Meugang Menyambut Bulan Ramadhan

oleh -124.489 views
Ziarah

IDUL FITRI

Oleh : Nur Khalisah Noviza Mahasiswa PGMI, IAIN Langsa

Ketika mendekati bulan suci ramadhan, tidak afdhal bila kita sebagai umat muslim tidak malakukan ziarah ke kuburan saudara-saudara yang telah meninggal.

REALITAS TV

Ziarah ke kuburan biasanya disebut juga dengan mengunjungi ke pemakaman. Tradisi ziarah ke kuburan ini selalu dilakukan kalangan masyarakat ketika mendekati Bulan Ramadhan atau biasanya dilakukan ketika hari meugang.

Tradisi ziarah kuburan ini dilakukan umumnya untuk mendo’a kan orang yang telah meninggal. Selain itu berziarah ke kuburan dapat mengingatkan kepada kita akan kematian. Dengan kita mengunjungi kuburan akan lebih mendorong kita untuk selalu berbuat kebaikan dan akan menyadarkan kita akan dunia yang fana ini.

Berziarah atau mengunjungi ke pemakaman tidak hanya dilakukan dikota langsa saja, bahkan sampai seluruh Indonesia dan belahan dunia lainnya yang memiliki penduduk beragama muslim. Akan tetapi di Kota Langsa ziarah kuburan memiliki kebiasaan yang berbeda, yaitu dilakukan ketika meugang.

Kuburan yang telah dikunjungin atau yang telah di ziarah, biasanya setelah mengaji atau mendo’akan, barulah kita menaburkan bunga dan air.

Ziarah

Melakukan ziarah kuburan tidak hanya dilakukan ketika ingin menyambut bulan ramadhan saja. Ziarah kuburan dapat dilakukan kapan saja.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan masalah ini didalam Buku yang disusunnya yang berjudul, 30 Fatwa Seputar Ramadhan, “Ziarah kuburan menurut hukum asalnya adalah sunnah karena mengingatkan manusia kepada akhirat.

Disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW ziarah ke makam ibunya, beliau menangis dan membuat orang-orang disekelilingnya ikut menangis, karena ziarah kubur itu mengingatkan kepada kematian.”

Adapun hadist lain yang berkaitan dengan Tradisi Ziarah, “Dari Buraidah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad teah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat.”

Selain itu, Berkata as-Syaikh ‘Abdul Mu’thi as-Saqaa dalam kitab al-Irsyaadaat as-Sunniyah “Berziarah dikuburan orang-orang muslim disunahkan bagi para pria berdasarkan hadits riwayat Muslim “Aku (dulu) melarang kalian berziarah kubur, (sekarang) berziarahlah karena ia mengingatkan kalian pada akhirat”.

Sedang bagi para wanita ziarah kubur hukumnya makruh bila bukan kuburan nabi, orang alim, orang shalih atupun kerabat, sedang menziarahi kuburan nabi dan orang yang telah disebutkan sunah baginya bila kuburannya masih dalam satu daerah atau diluar daerah saat dia bersama mahramnya.

Disunahkan memperbanyak ziarah dengan tujuan supaya dapat mengambil pertimbangan, peringatan serta teringat kehidupan akhirat. Berziarah ke makam para wali dan orang-orang shaleh juga telah menjadi tradisi para ulama salaf. Di antaranya adalah Imam al-Syafi’I radhiallahu anhu jika ada hajat, setiap hari beliau berziarah ke makam Imam Abu Hanifah.

Seperti pengakuan beliau dalam riwayat yang shahih. Dari Ali bin Maimun berkata” Aku mendengar imam al Syafi’i berkata” Aku selalu bertabaruk dengan Abu Hanifah dan berziarah mendatangi makamnya setiap hari.

Apabila aku memiliki hajat, maka aku salat dua rakaat, lalu mendatangi makam beliau,dan aku mohon hajat itu kepada Allah SWT di sisi makamnya, sehingga tidak lama kemudian hajatku terkabul.”

UPDATE CORONA