Aceh Timur | REALITAS – Media ini melakukan investigasi di beberapa sekolah di Aceh Timur terkait dugaan pungli uang rehap sekolah mulai dari sekolah Paud, TK, SD dan SMP.
Dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok “biaya komitmen” dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah pascabanjir akhir 2025 di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh..
Berdasarkan informasi dan investigasi yang diperoleh media Realitas , ratusan kepala satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur diduga diminta menyetor dana sebesar 10 persen dari nilai pagu anggaran proyek revitalisasi.
Sumber dan sekolah yang datang didapatkan Media Realitas.
1.Paud banglgem
Rp.600.000.000.
2.SDN blanggelm
Rp.890.000.000
3.SDN Buket Makmu
Rp.460.000.000
4.SDN Lhok Seuntang Rp .900.000.000.
5.Paud Lhok Seuntang
Rp 400.000.000.
6.Paud Alue Cekdoi KA.
Rp 600.000.000.
7.Paud sp tiga kuta Binjeil
Rp.600.000.000.
8.paud pembina Kuta Binjei
Rp.1.800.000.000.

Informasi tersebut disampaikan oleh salah seorang kepala sejumlah kepala sekolah Paud , SD dan SMP dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Menurut sumber tersebut, kepala sekolah jenjang PAUD/TK disebut telah menyetorkan dana sesuai besaran yang diminta oknum pejabat dikantor dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur , yakni 10 persen Fie proyek wajib setor sebut sejumlah sumber kepada media ini Juma, 31- Ji ili 2026 di salah satu Cafe di Idi Aceh Timur.
Sementara itu, kepala sekolah jenjang SD dan SMP disebut baru mampu menyetor sekitar 5 persen dari total yang diminta oleh oknum pejabat di kantor dinas pendidikan Kabupaten Aceh Timur.
“Setoran tersebut diserahkan melalui berbagai jalur yang diarahkan pihak dinas. Sebagian kepala PAUD menyerahkan secara tunai langsung kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, sebagian lagi melalui kepala bidang PAUD, SD, maupun SMP, dan sebagian lainnya diarahkan untuk mentransfer ke rekening sebuah toko di kawasan Peureulak Kota yang telah ditunjuk,” ujar sumber media Realitas.
Sumber yang sama juga mengaku terdapat tekanan terhadap kepala sekolah yang tidak memenuhi permintaan tersebut. Menurutnya, sejumlah kepala sekolah merasa resah karena diancam akan dicopot dari jabatannya dan dikembalikan menjadi guru apabila tidak menyetor dana sesuai permintaan.
Jadi banyak kepala sekolah mengaku resah, karena kalau tidak memenuhi permintaan dinas, kepala sekolah diancam dicopot dari jabatan dan ditempatkan menjadi guru biasa, kalau kasus ini ketahuan siap siap di copot dari jabatan nya.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum memperoleh data resmi mengenai jumlah sekolah jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP yang menerima bantuan revitalisasi pascabanjir. Berdasarkan pengamatan di lapangan, jumlah satuan pendidikan penerima bantuan diperkirakan mencapai ratusan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur, Bustami, yang dihubungi Media ini, Senin Pagi tanggal 3 Agustus 2026 melalui WhatsApp yang menanyakan jumlah sekolah yang di renovasi baik Paud,TK,SD maupun SMP sampai berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi.
Media ini masih menunggu keterangan resmi dari pejabat terkait dikantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur.
Media ini akan merilis siapa saja yang menerima aliran dana fee proyek 10 persen dari jumlah kepala Sekolah karena ada pejabat yang memberikan rekening toko dan rekening atas lain nya agar kejatahan ini tidak di ketahui oleh media.
Ada kepala sekolah yang kirim uang atas nama rekening toko juga ada yang menyerahkan langsung kepala pejabat dikantor Dinas pendidikan dan harus serahkan uang dikawasan perlak Aceh Timur, siapa yang terima dan lokasi ikuti selengkapnya tulisan media sampai kasus ini di tangani oleh Kejati Aceh. (*)


