Maghrib Mengaji Untuk Menciptakan Remaja Cinta Al-qur’an

oleh -113.489 views
Maghrib

IDUL FITRI

Oleh : Iqlima Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri IAIN Langsa

Aceh adalah ibukota paling barat di Indonesia. Salah satu yang bisa kita bahas tentang aceh adalah tentang agama islam. Daereh pertama masuknya agama islam di wilayah Indonesia adalah aceh. Kejaraan islam pertama juga terletak di aceh yang di bangun oleh sultan ali mughayatsyah dengan ibukota di banda aceh.

REALITAS TV

Tidak hanyaa itu aceh juga sebagai tempat singgah jamaah-jamaah sebelum berangkat haji. Hampir semua rumah tradisional di aceh memiliki seuramoe atau tempat singgah sementara sebelum masuk ke dalam rumah.

Filosofi tersebutlah yang membuat aceh di sebut dengan seuramoe mekkah atau serambi mekkah. Orang-orang diseluruh penjuru nusantara ini singgah terlebih dahulu di aceh sebelum berangkat lagi ke mekkah, karena menggunakan jalur laut.

Membahas tentang aceh, tidak asing lagi bagi kita jika mendengar bahwa di setiap perkampungan yang ada diaceh ada pengajian baik siang maupun malam. Biasanya anak pergi ke masjid pada sore hari lalu sholat berjamaah di masjid dan dilanjutkan dengan mengaji.  

Di kampung penulis sendiri yang terletak di kabupaten aceh tamiang, bukan hanya pengajian yang ada di TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an) yang terkhusus untuk anak-anak yang masih SD, jarang sekali anak yang sudah Sekolah Menengah Pertama mengaji di TPA.

Maka dari itu di buatlah pengajian untuk anak SMP dan juga SMA. Tapi bukan berarti anak SD tidak boleh masuk ke dalam pengajian tersebut. Bukan terkhusus untuk pengajaran al-qur’an tapi juga hafalan al-qur’an yang terkhusus untuk juz 30.

berdasarkan kejadian langsung di lapangan, sebagaimana anak sekolah menengah pertama yang sudah sangat minim sekali pendidikan agama karena sudah tidak belajar lagi di TPA dan juga karena 90% dari anak yang melanjutkan ke sekolah umum bukan madrasah.

 Karena itu di ciptakannya maghrib mengaji untuk anak remaja .Lumrah sekali setiap belajar mengajar berlangsung banyak sekali kesulitan yang di hadapi, baik itu anak yang tidak setiap hari datang, dan bahkan perlengkapan belajar yang belum lengkap.

Perlu banyak sekali kerja keras untuk membuat pengajian rutin ini bisa berjalan dengan murid dan alat seadanya. Apalagi anak remaja sekarang sudah akrab sekali dengan gadget yang dapat mempengaruhi mereka asik dengan dunianya sendiri.

Setelah melakukan wawancara dengan guru pengajian tersebut yang bernama sabar. beliau menuturkan  banyak sekali kesulitan dalam mengajar ini, salah satu nya kurang nya perhatian dari orang tua dalam mendukung anak.

Pengajian ini di mulai sejak bulan maret 2020, tapi masih banyak kekurangan fasilitas yang digunakan guru. Beliau hanya menggunakan inisiatif sendiri untuk membeli spidol dan juga papan tulis yang digunakan pun beliau pinjam dari organinasi lain.

Pak sabar, begitulah beliau sering di sapa, ia mengatakan bahwa pemerintah sudah mengeluarkan program maghrib mengaji. Kegiatan mengaji ini di awali dengan pembukaan salawat, lalu di lanjutkan dengan belajar makhraj dan yang terakhir setoran hapalan juz 30.

Pengajian ini terkhusus untuk anak yang sudah al-qur’an tetapi tidak di larang untuk anak yang masih iqro’ untuk ikut. Hanya saja mereka tidak menghapal, hanya sekedar ikut bersalawat dan belajar makhraj.

Memang benar jika di awali dengan niat baik maka prosesnya pun akan diberkahi oleh ALLAH. Lihat saja, sudah setahun lebih pengajian ini dibuat, dan sampai sekarang masih menggunakan alat seadanya, tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Jika ini memang program pemerintah untuk mengadakan maghrib mengaji, maka tidak di pungkiri ini sangat baik untuk di adakan tetapi kami mohon juga untuk sedikit mendukung kegiatan ini. Dan saya rasa kegiatan ini juga bisa berpotensi besar untuk menciptakan anak yang cinta al-qur’an.   

UPDATE CORONA