Erosi DAS Meureubo Aceh Barat Kian Meluas

oleh -418.759 views
Erosi DAS Meureubo Aceh Barat Kian Meluas
Satu rumah amblas dan terpaksa di bongkar karena terkikis sungai (IndonesiaGlobal/Reza)

Aceh Bara | MEDIAREALITAS – Daerah Aliran Sungai (DAS) Meurebo, di Desa Marek, Kecamatan Kawai XVI, Kabupaten Aceh Barat, kerap mengikis bagian tepian sungai hingga ambruk sedikit demi sedikit.

Hal itu terjadi, selama musim hujan tiba dan meningginya debit air sungai, menyusul erosi kian parah mengancam sejumlah rumah warga setempat amblas ke sungai.

“Erosi ini sudah bertahun-tahun terjadi, akibatnya dua rumah warga sudah lenyap runtuh ke sungai, dan saya sendiri mulai was-was karna jarak rumah saya dengan sungai tinggal 3 meter lagi,” kata warga Desa Marek, M Syukur, Usia 65 Tahun, di lokasi, Minggu (3/9/2023).

Menurut dia, penanganan erosi sungai tersebut perlu dipercepat Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Sebab, ditakuti bila lamban melakukan tindakan akan meluas terkikis permukaan daratan.

“Kalau bisa, pemerintah baik di provinsi pun di kabupaten lakukan tindakan lanjut, jika tidak semua rumah warga sekitar termasuk Masjid Al-Anshar akan terkena imbasnya, tolong perhatikan kami warga kecil,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Marek, Ismail, di lokasi sama turut menjelaskan, erosi sudah terjadi sejak lama itu tidak hanya melenyapkan dua rumah warga saja, namun terdapat empat rumah warga lain di pinggiran sungai ikut terancam amblas.

Ke empat rumah warga terancam itu, antara bangunan dengan sungai, rata-rata tinggal berjarak 6 meter hingga membuat kekhawatiran masyarakat setempat semakin membesar.

“Sebelumnya di tahun lalu Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui PUPR, pernah mengunjungi lokasi erosi DAS ini, namun belum melakukan tindakan lanjut,” jelasnya.

Hal senada, dikatakan Sekretaris Desa Marek, Harum Bahrodi, terkait erosi itu, perangkat desa telah mengajukan permohonan pembangunan tanggul kepada Pemkab Aceh Barat sejak Tahun 2016 hingga 2023.

“Ada dua pengajuan permohonan dari pihak desa yaitu pembangunan tanggul dan pengaspalan jalan Desa Marek, terutama tanggul setiap tahun diajukan permohonannya ke instansi terkait, tetapi sampai saat ini belum terealisasi juga, hanya muncul pembangunan bronjong, itupun tidak bertahan lama.” kata dia

Berharap kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat agar lebih memprioritaskan penanganan problematika ini dengan sikap serius untuk melakukan pembangunan tanggul guna mencegah erosi semakin meluas.

”Ini adalah problematika serius yang harus ditangani segera, mengingat sudah dua rumah amblas ke sungai, apa lagi ada 4 rumah warga lain ikut terancam,” harapnya. (RZ)