Langsa | MEDIAREALITAS – Anggota DPRK Langsa Jeffry Sentana, meminta kepada aparat penegak hukum agar memberantas kasus dugaan Pungli di Puskesmas Langsa Kota.
Semua UPTD harus bebas daripada praktek Pungli dalam berbagai bentuk yang dilakukan para staff di lingkungan ini, ucap Jeffry kepada Mediarealitas Kamis (7/9/2023).
Ditanya lebih lanjut Dia menyebutkan kasus dugaan Pungli ini masih dilakukan proses pemeriksaan pihak Inspektorat, jadi kita tunggu hasil konkrit dilakukan auditor Inspektorat ini, ucap nya.
Jefri menambahkan sangat mendukung langkah cepat pihak Inspektorat Langsa yang sedang melakukan pemeriksaan sejumlah para staff pada jajaran Puskesmas Langsa Kota ini, agar bisa terungkap akar permasalahan dan modus yang dilakukannya, tutup nya.
Dalam pendalaman pihak inspektorat, pemotongan uang jerih payah baru dalam bentuk pemotongan SPJ sebesar Rp.20.000, dari total penerimaan Rp.140.000 per orang. Begitu pun, sebagian daripada mereka mengaku tidak ada pemotongan uang apapun selama pimpinan baru ini. Pengakuan bertolak belakang ini sebagai langkah aksi tutup mulut setelah dibriefing sang kapus ini. Sementara Hasnah mantan bendahara dan Sebagian lainnya mengakui tetap masih dilakukan pemotongan hingga kini.
Berdasarkan temuan sementara pihak berwenang sebut pemerhati kesehatan kota ini, mencatat sesungguhnya kasus dugaan Pungli ini sudah mentradisi sejak swindu lalu, meskipun pimpinan UPTD ini silih berganti.
Sementara berdasarkan data dikumpulkan media ini, jumlah pemotongan antara tahun 2015 hingga 2021 sebesar Rp.75.000,- dari total amprahan Rp.150.000,-. Pemotongan dilakukan kepada setiap petugas yang menjalani dinas luar ke berbagai desa dan sekolahan serta pasar.
Masa berikutnya pemotongan uang dinas luar menurun hingga Rp.50.000, ke 30.000 dan dua turun terakhir menurun lagi hingga Rp.20.000,- perorang dari plapont Rp.140.000,- setiap sekali dinas luar.
Salah satu Fraksi di DPRK itu juga mendorong percepatan kerja aparat hukum, juga menyesali sikap oknum kapus yang menutup-nutupi kerja aparat dengan cara melakukan briefing agar para staff tidak ada yang membuka mulut tentang adanya pungutan liar dimotori oknum PJ Unit Kerja Masyarakat (UKM).
“Apa yang dilakukan Kapus ini sama dengan memproteksi para pelaku atau membiarkan pelanggaran korupsi bergenerasi” kilah wakil rakyat lainnya.
Vivi Handayani Kepala Puskesmas (Kapus) yang baru 13 bulan memimpin lembaga dihubungi media ini berkali-kali, memohon maaf belum bisa bertemu untuk memberikan sisa konfirmasi.”Maaf, Saya hari ini full day dan ada zoom meeting dengan pihak BPJS. Sebagaimana pengakuan sebelumnya, kalau pemotongan itu terjadi sebelum masa Ia menjabat di sini aku Vivi.
Kasus Lain Terkuak
Menurut Kalangan ini, pihak inspketorat kota ini mulai mencium bau busuk lainnya, tentang adanya issue baru yang mulai terkuak. Satu sama lain mulai buka-bukaan untuk saling membersihkan diri. Sebut mereka, kalangan mulai menerima bisikan sangat berarti sebagai masukan untuk aparat di lapangan ini. Bahwa beber mereka, masa Corona Virus disease19 (Covid 19) pemotongan uang dinas luar masih sebesar Rp.75.000 perorang.
Dalam hal ini katanya lebih unik lagi, program lapangan 2020 sama sekali tidak dirancang kegiatan oleh bagian perencanaan. Namun program 2019 diduga dipindahkan seolah-olah menjadi program 2020 untuk keperluan amprahan dana dilakukan oknum M dan F tanpa sepengetahuan pimpinannya.
Bukan hanya itu, ada yang diterjunkan berkoar-koar di lapangan dengan fasilitas mobil ambulance untuk memberikan penyuluhan dengan pakaian anti virus di masa itu, namun honornya tak pernah dibayar hingga kini.
Jadi kata mereka, aparat jangan hanya tahu menelisik yang terkini, borok lama yang dilakukan para keparat itu juga harus dibongkar, uangkap mereka dengan nada menantang.
Untuk kasus ini kami akan melihat aparat, kepolisian, kejaksaan dan pihak Inspektorat kota ini apakah ada taji dalam menyeruak Pungli demi Pungli masa lalu dan kini hingga tuntas, sergah mereka kepada media ini yang mengaku siap memaparkan data lengkap yang dimilikinya.
Sementara itu Pj Walikota Langsa Syaridin,.S.Pd,.M.P.d yang dihubungi melaluli Watshap Kamis pagi (7/9/2023), menyebutkan “Semua informasi jadi masukan untuk saya agar tidak salah melangkah”, ujar nya singkat. (Tim)














