Jamaah Shalat Idul Adha Di Banda Aceh Melimpah Ruah

oleh -476.759 views
Jamaah Shalat Idul Adha Di Banda Aceh Melimpah Ruah

Banda Aceh | MEDIAREALITAS – Proses penyelenggeraan Shalat Idul Adha di Banda Aceh melimpah ruah hingga ke jalanan, akibat terbatasnya masjid dan lapangan penyelenggeraan ibadah massal ini.

Pantauan Mediarealitas Rabu (28/06/2023), yang penuh sesak sesak hingga melimpah itu terutama di Kampus Muhammadiyah Bathoh dan Masjid Taqwa Lhong Raya serta kompleks SD Blower. Polisi turun tangan mengamankan dan menutup sementara ruas jalur jalan dua arah ke Stadion Harapan Bangsa itu.

Selain di Banda Aceh penyelenggaraan shalat Idul Adha juga di selenggarakan di berbagai daerah lainnya seperti di Abdya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Simeulue, Subulussalam, Langsa, Lhokseumawe serta daerah lainnya.

Berkumpulnya jutaan ummat Islam berseragam ihram pada Hari Wukuf kemarin telah menggambar semacam “miniatur Hari Yaumil Mahsyar di akhirat kalak.

Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Taqwa Lhong Raya, Banda Aceh, Ustadz Ir.Faisal Ardiansyah, M.Si dalam khutbahnya mentamsilkan suasana wukul di Padang Arafah ibarat “Miniatur Hari Akhirat”. Tidak terdapat perbedaan satu sama lainnya di sisi Allah, kecuali level ketaqwaan yang membedakannya. Mereka semua datang dari berbagai penjuru dunia atas panggilan Illahi Rabby mewakili Nabi Nabi Ibrahim .

Dalam pelaksanaan ibadah wukuf di Mekkah kemarin, terlihat tidak ada perbedaan status yang mana seorang raja, seorang presiden, gubernur dan bupati serta para menterinya dengan rakyat biasa. Mereka semua shalat dan duduk bersimpuh memperhamba diri dan sembari berzikir serta bertahmid ke hadapan sang khaliqnya.

BACA JUGA :  Usai dilantik Kapolda Aceh Kunker Perdana ke Aceh Timur, Terlihat Sangat Akrab dengan Wakil Bupati Aceh Timur

Kata Ustadz Adrian, kita hidup di dunia telah diberikan nikmat berlimpah ruah, tapi Allah tidak pernah menyuruh kita menghitung nikmat yang diberikan ini, yang disuruh kita ini mensyukuri nikmat yang diberikannya selama ini.

Kematian itu adalah bukti sayangnya Allah kepada kita dan kematian itu hanya proses perpindahan tempat saja dari dunia menuju alam akhirat. Coba, andai Allah tidak mematikan dan hidup terus selamanya, terbayang tidak apa yang akan terjadi? Berapa jumlah keturunan Nabi Adam sebagai penghuni dunia tentu akan terjadi bunuh membunuh sesama mencari ruang untuk hidup.Diperkirakan jumlah penduduk dunia pada 2050 bakal mencapai sembila milliar lebih, sebutnya berapi-api.

Katanya, hari ini kita ummat Islam diperintahkan melaksanakan Shalat Idul Adha sebagai tanda syukur dan melakukan penyembelihan hewan qurban bagi yang tidak berhaji. Kisah pengorbanan ini harus kita jadikan sebagai keteladanan sekaligus merupakan ujian maha besar untuk menguji keimanan. Secara rasionalitas tak mungkin dilakukan penyembelihan terhadap si mata wayang yang dinantikan puluhan tahun silam. Tapi berawal dari sebuah mimpi dari Allah kepada Nabi Ibrahim diperintah menyembelih putra kesayangannya Ismail. Namun saat proses pisau mendekat ke leher anaknya, dalam sekejap mata langsung Allah gantikan dengan seekor libas.

Sejak peristiwa sakral itu hingga hari ini, justeru kita ummat manusia diharamkan saling menyembelih atau membunuh sesama manusia, ujarnya.

BACA JUGA :  LSM KANA Minta APH Periksa Anggaran Jasa Keamanan Disdikbud Aceh Timur Senilai Rp2,1 Miliar

Sebagai simbolik dari dari kekohan iman seorang nabi, kepada kita yang tidak menunaikan ibadah haji justeru dianjurkan menyelenggarakan penyembelihan hewan qurban.

Doa Nabi Ibrahim

Menurutnya, kemajuan dialami Kota Mekkah berkat doa Nabi Ibrahim. Kini Kota Kelahiran Nabi Muhammad berkembang pesat dan pusat perdagangan yang padat. Itu semua bermula dari mukjizat kemunculan sumber air dari sumur zamzam dan berdirinya Kakbah sebagai kiblat ummat Islam sejagat, pungka khatib ini.

Teungku Faisal juga menguraikan cikal bakal kisah pelemparan jumrah di Mina diawali
datangnya godaan syaithan ketika Nabi Ibrahim ketika menuju sebuah bukit tempat penyembelihan calon qurban yang tidak lain adalah sang putranya sendiri. Saat itu Nabi Ibrahim dan putranya mempengaruhi agar tidak melaksanakan mimpi itu, lalu Nabi Ibrahim melemparkan gerombolan syaitan dengan bebatuan. Peristiwa pelemparan itu sudah menjadi ritual pelmparan jumrah bagi setiap ummat dalam melaksanakan ibadah haji.

Tambahnya, dalam kehidupan ummat Islam tak melarang menjadi orang kaya asal tetap tekun bertaqwa kepada Allah SWT. Dia juga menyebutkan, manusia itu berasal dari syurga dan jelak akan kembali ke Syurga sedangkan neraka itu diciotakan untuk syaithan semata, oleh karena itu selagi masih hidup di permukaan bumi ini, mari kita meningkatkan ketaqwaan, jangan mengikuti jejak iblis untuk bergabung dengannya dalam neraka, tutupnya sembari bertakbir. (*)

Penulis : Adnan NS
Editor : Redaksi