Aceh Utara | MEDIAREALITAS – Pembangunan 54 unit rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk warga Desa Alue Leuhob, Cot Girek, Buket Hagu, Lhoksukon, serta Gampong Babussalam, Baktiya, Aceh Utara kandas di tengah jalan.
Kini pembangunannya terhenti total, sementara pihak developer sudah lebih dulu menarik uang pascot (uang muka) puluhan juta rupiah daripada calon pemiliknya, sebut Luluk kepada Mediarealitas, Minggu (25/6/2023) lalu.
Sejak enam bulan lalu kami menunggu konfirmasi dan informasi tentang kelanjutan pembangunan dari pihak rekanan berinisial Her, namun belum ada kabar berita. Saat ditelpon tidak kunjung digubrisnya, tandas warga sembari memperlihatkan bukti setoran uang mukanya.
Warga setempat mempertanyakan sikap dan iktikat baik rekanan yang tidak lagi memperlihatkan batang hidungnya ini. Selain itu mereka juga meminta pihak terkait untuk mengusutnya hingga tuntas.

Menurut warga, andai dalam beberapa bulan ini pembangunan tidak dilanjutkan, maka akan melaporkan kepada pihak berwajib sebagai delik aduan penipuan.
Tim Investigasi Mediarealitas yang turun ke lapangan, Ahad pekan lalu menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pembangunan rumah di Kecamatan Cot Girek, Lhoksukon, Baktiya. Selain kondisinya terlantar,
bantuan rumah yang jelas asal usul sumber dananya itu, juga pihak rekanan tidak memasang plank pekerjaannya.
Untuk keperluan konfirmasi berita, media ini berusaha mendatangi kediaman sang rekanan ini, namun di tengah jalan bertemu dengan tangan kanannya. Menurutnya bang Her sedang berada di rumah.
Namun anehnya, setiba di rumahnya sang rekanan berinisial Her itu langsung menghilang. Diduga yang bersangkutan sengaja bersembunyi. Kedatangan tim media ini ke Unit 6 diduga telah dibocorkan oleh pihak kaki tangannya pada Jum’at (9/6/2023) itu. Buktinya saat wartawan bertandang, terlihat gelas kopi dan bungkusan rokok masih terletak di atas meja.

Sementara istrinya yang ditanya mengaku suaminya sedang tidak berada di rumah. Ilham Pangestu salah seorang temannya ikut dihubungi pada media ini pada Selasa (27/6/2023) melalui saluran whatsApp mengatakan akhir-akhir ini Her itu sulit dihubungi dan nomor telepon selularnya juga sering bergantian, ujarnya singkat.
Tak hanya itu tim Investigasi Mediarealitas juga berulang kali mehubungi yang bersangkutan, namun nomor selular Her tetap tak bisa konek dan whatsAppnya juga tak digubris. Pesan yang terkirim hanya contreng satu saja. Hingga berita ini ditayangkan tim media ini belum ketemu jejak Her. Diduga Her sengaja menghindar dari kejaran para korban dan wartawan.
Nama korban
Untuk Gampong Alue Lohob, Cot Girek, Aceh Utara, Misno, Kasdianta, Ahmad Dani, Irfan Wahyudi, Mufadhlah, Empong, Ari, Wako, Jumali, Tahir, Cek Tri, Najar, Widodo, Fadli, Puri, Yasir, Sapri Yanto.
Kemudian untuk Gampong Unit 5 Babussalam, Baktiya, Suyatno, Sunardi, Iin Sapriadi, Mundriyati, Kis Woro, Sutrimo, Sartono, Supriyo Edi, Budi Utomo, Wahyu Dui Frianto, Riswanto, Sukiyem, Andi Susanto, Mustakim, Indun, Wiwit, Gito, M. Masir, Bambang irawan, Maryoto, Boiran, Sutiyo, Tumina. Dan untuk Gampong Bukit Hagu, Suwanto, Lestari, Aris setiawan, Anjar, Juli, Pangat, Impron, Ngateman, Suroto, Sri, Hariyono, Supil, Satiman, Eko yono, Jumiran, Katinem. (*)
Penulis : Rahmad


