Polisi Tangkap Dua Pemuda Aceh Timur Angkut BBM Bersubsudi

oleh -150.579 views
Dua Pemuda ditangkapmAngkut BBM Bersubsidi
Foto Istimewa

Aceh Timur | Realitas – Tim Anggota Opsnal (Resmob) bersama anggota Unit Tipidter Satreskrim Polres Aceh Timur, berhasil tangkap dua pemuda diduga mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, Kamis, (15/09).

Kedua pemuda itu berinisial HD (24) warga Kecamatan Darul Aman, dan SL (48) warga Kecamatan Julok, Kuta Binje, Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmanyah, S.I.K. melalui Kasatreskrim AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K. menyebutkan, keduanya ditangkap karena kedapatan mengangkut bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dengan menggunakan mobil Mitsubishi L300 Nomor Polisi BL 8163 DI.

Kasatreskrim mengatakan, pengungkapan berawal adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan bahwa terdapat mobil jenis L300 melakukan pengisian solar berulangkali di SPBU Blang Bitra, Kecamatan Peureulak.

BACA JUGA :   Marak Penipuan Kerja Luar Negeri, Hingga Jadi Jaminan Mafia Narkoba, Haji Uma Himbau Pemuda Aceh Tak Mudah Terpengaruh

“Memperoleh informasi tersebut anggota kami melakukan penyelidikan dan membuntuti mobil yang dimaksud. Setibanya di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Paya Bili Sa, Kecamatan Peudawa, mobil dihentikan oleh anggota dan saat diperiksa di dalam bak mobil yang ditutup dengan menggunakan terpal itu terdapat tandon air kapasitas 1 (satu) ton berisikan BBM subsidi jenis solar sebanyak kurang lebih 250 liter,” ujar Kasatreskrim, Senin, (19/09/2022).

Modus yang digunakan oleh pelaku adalah melakukan pengisian BBM ke tangki mobil, dari tangki mobil terdapat selang yang terhubung dengan tandon air dan untuk menaikkan BBM ke tandon air pelaku menggunakan tenaga mesin air yang diletakkan di jok depan.

“Atas tindakan pelaku, keduanya kami persangkakan melanggar pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam paragraf 5 pasal 40 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp. 60 Miliar.” Terang AKP Miftahuda Dizha Fezuono, S.I.K.

Sebelumnya Kapolres menegaskan, Polres Aceh Timur beserta jajaran terus melakukan pencegahan melalui upaya pre-emtif yakni memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta para pelaku usaha SPBU (pekerja ataupun pengelola) dan upaya preventif yakni melaksanakan patroli ke SPBU guna melakukan pengawasan dan pengamanan.

BACA JUGA :   Pencuri Sepmor Diringkus Polsek Langsa Timur

“Kami menghimbau seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk saling bekerjasama dalam mengawasi pendistribusian dalam mencegah sedini mungkin terhadap segala bentuk penyimpangan BBM bersubsidi.” Jelas AKBP Andy Rahmansyah, S.I.K. (*)