Kejari Aceh Timur Tahan Enam Tersangka Korupsi Proyek Jalan Di Dua Kecamatan

oleh -862.579 views
Kejari Aceh Timur Tahan Enam Tersangka Korupsi Proyek Jalan Di Dua Kecamatan

Aceh Timur | MEDIAREALITAS – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur menetapkan enam tersangka korupsi proyek peningkatan struktur jalan di dua Kecamatan,Rabu (6/9/2023).

Proyek itu masing-masing, Peningkatan Struktur Jalan Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat dengan nilai kontrak Rp 11,3 miliar lebih sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Aceh Timur 2021.

Kemudian proyek lanjutan pengaspalan Jalan Rantau Panjang–Alue Tuwi, Kecamatan Rantau Selamat dengan nilai kontrak Rp 1,71 miliar lebih, sumber DOKA 2021. Kedua proyek tersebut merupakan milik Dinas PUPR Aceh Timur.

“Adapun tersangka pada pada proyek Peningkatan Struktur Jalan Beusa Seberang, Peureulak Barat yakni A selaku PPTK, RA selaku konsultan pengawas, dan MS sebagai penyedia jasa atau rekanan,” kata Kajari Aceh Timur, Lukman Hakim.

BACA JUGA :  Bea Cukai Langsa Musnahkan Kapal Ilegal Dan Rokok Senilai Rp439 Juta

Sementara pada proyek lanjutan pengaspalan Jalan Rantau Panjang–Alue Tuwi, Kecamatan Rantau Selamat, tersangkanya masing-masing, KU selaku PPTK, DA sebagai konsultan pengawas, dan EZ selaku rekanan.

Lukman Hakim mengungkapkan, berdasarkan hasil audit Inspektorat Aceh Timur, kerugian negara pada dua kegiatan tersebut mencapai Rp 2,7 miliar.

Sebagai rincian, pada Peningkatan Stuktur Jalan Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat jumlah kerugian negara sebanyak Rp 2,3 miliar. Sementara ada kegiatan lanjutan pengaspalan Jalan di Rantau Panjang-Alue Tuwi, Kecamatan Rantau Selamat, sebanyak Rp 334 juta lebih.

“Tim Tindak Pidana Khusus menyita uang dari hasil dua kegiatan tersebut dengan jumlah Rp 1,8 miliar guna menutupi kerugian negara, nantinya uang ini akan disimpan dalam rekening penampung, dan jika kasus sudah ikrah, maka akan disetor ke kas negara,” kata Lukman Hakim.

BACA JUGA :  Pj Bupati Aceh Singkil Tunjuk Sugiarto Sabagai Plt Disdikbud

Kajari juga mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Jika suatu hari ditemukan fakta dan bukti baru, maka tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” katanya.

Sementara itu, keenam tersangka akan ditahan di Lapas Kelas IIB Idi dari 6-25 September 2023. (*)