IKLAN YARA

Aceh Utara Terendam Banjir, Warga Mengungsi

oleh -21.489 views
Aceh Utara Terendam Banjir, Warga Mengungsi
UPDATE CORONA

Aceh Utara I Realitas – Hujan teras mengguyur sejumlah Kecamatan di Kabupaten Aceh Utara hingga terjadi banjir, dan merendam 2.078 pemukiman warga seta tempat pendidikan sekolah.

Diketahui Empat kecamatan di Aceh Utara, Aceh, terendam banjir luapan. Sebanyak 2.078 warga dari dua kecamatan terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi.

Warga memilih mengungsi di meunasah masing-masing desa serta gedung pascabanjir.

Pengungsi berasal dari delapan desa di Kecamatan Matangkuli dan enam desa di Kecamatan Lhoksukon.

BACA JUGA :   Ayah dan Anak Tewas Dalam Laga Kambing Bus JRG vs Panther PU

“Warga mengungsi mulai tadi malam. Rata-rata mereka memilih mengungsi di pekarangan meunasah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021).

Pihak terkait disebut telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga terdampak banjir. Ilyas mengatakan banjir juga menyebabkan tanggul sekitar 35 meter di Desa Menasah Jok Kilometer III jebol.

“Pagi ini kondisi debit air sudah mulai surut,” ujarnya.

Banjir di Aceh Utara disebabkan meluapnya aliran sungai setelah diguyur hujan deras. Banjir terjadi mulai Jumat (12/11) siang.

BACA JUGA :   MTQ Ke-XXXVIII Agara Kembali Di Gelar

Empat Kecamatan terendam banjir adalah Kecamatan Matangkuli sebanyak 18 desa, Kecamatan Pirak Timu sejumlah 17 desa, Kecamatan Lhoksukon sebanyak 10 desa dan Kecamatan Cot Girek melanda dua desa. Ketinggian banjir berkisar 10-80 sentimeter.

“Banjir terjadi mulai siang tadi setelah wilayah Aceh Utara dan Bener Meriah dilanda hujan deras sejak Kamis (11/11).

BACA JUGA :   Kasus Penembakan Pos Pol Sudah Tuntas, 4 DPO Serahkan Diri

Hujan menyebabkan Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pase meluap sehingga air memasuki permukiman warga,” kata ujar Ilyas kepada wartawan, Jumat (12/11).

Selain rumah warga, banjir merendam 60 hektare sawah di Desa Kumbang, 80 hektare sawah di Desa Rayek, 70 hektare sawah di Desa Geulumpang Kecamatan Lhoksukon.

Sekolah MTsN 1 Matangkuli, TK Satu Atap Lhoksukon, SDN 9 Lhoksukon, SMPN 4 Lhoksukon ikut terendam. (dtc/red)