IKLAN YARA

Penumpukan Sampah dan Lumpur Bercampur Pasir di Tanjung Enim Jadi Banjir

oleh -52.489 views
Penumpukan Sampah dan Lumpur Bercampur Pasir di Tanjung Enim Jadi Banjir
Penumpukan Sampah dan Lumpur Bercampur Pasir di Tanjung Enim Jadi Banjir
UPDATE CORONA

Tanjung Enim | Realitas – Pembangunan pedestrian bedeng kaca yang dibangun akibat tiang penyanggah cor beton dan lumpur campur pasir menyumbat penumpukan sampah yang hanyut, sehingga terjadi banjir dijalan Bedeng Kaca Kelurahan Pasar Tanjung Enim Kabupaten Muara Enim Sumsel.

Terpantau awak media pada hari, Rabu (12/10/2021) dijalan bedeng kaca semalam terjadi banjir, akibat adanya penumpukan pasir dan lumpur ditambah adanya sampah dalam saluran, sehingga PT. BA menurunkan Excavator untuk mengeruk lumpur tersebut.

ketika dikomfirmasi Ketua RW 07 Kelurahan Pasar Tanjung Enim Jazi mengatakan” akibat hujan lebat semalam ada 3 RT (1, 4 dan 5) yang terendam air masuk kerumah warga setinggi lutut orang dewasa.

BACA JUGA :   Gandeng Joko Bagus dan Partners, Kusnadi Bakal Lapor Balik PT. Ansaf IUP PT. BME

lanjutnya” adapun banjir tersebut akibat hujan yang begitu deras, dan diduga tiang penyanggah cor beton yang belum dibongkar sehingga memperlambat aliran air hujan, akhirnya terjadi banjir, tambahnya banyak sampah dan tumpukan lumpur campur pasir” demikian tuturnya.

Kemudian katanya menambahkan” para pedagang mengalami kerugian jutaan rupiah, sambil begadang warga bedeng kantor membersihkan air dan lumpur yang masuk kedalam rumah mereka, ujarnya.

BACA JUGA :   Gandeng Joko Bagus dan Partners, Kusnadi Bakal Lapor Balik PT. Ansaf IUP PT. BME

saat dikunjungi pemilik toko Zulaquarum, Zul menuturkan” akibat banjir semalam banyak dagangan yang rusak seperti pelet makanan ada 4 kampil, dalam 1 kampil isi 20 kantong, aquarium ada 2 unit yang rusak, katanya.

lanjutnya, akubat banjur ini kami mengalami kerugian sekitar 7 juta, harga 1 kantong 12.500, sedangkan hsrga aquarium 1 unit 3juta, harapan kami agar pihak kibgraktor atau PT. BA bisa membantu kerugian kami, ucapnya.

sementara Nuraini pedagang pakaian juga mengungkapkan” banyak dagangan pakaian yang rusak, seperti baju, sarung dll, dan barang tersebut tidak bisa kami jual lagi, karena sudah terkena air dari saluran yang hitam, lebih kurang kerugian 3.500.000,-, harapan kami agar ada kompensasi untuk penggantian dagagan kami yang rusak, imbuhnya.

BACA JUGA :   Gandeng Joko Bagus dan Partners, Kusnadi Bakal Lapor Balik PT. Ansaf IUP PT. BME

saat bincang-bincang dengan Budi lasmono selaku ketua infrastruktur kowis, ketika ditanya masalah yang terdampak akibat banjir, maka dia mengatakan” untuk konpensasi pedagang yang mengalami kerugian, itu urusan CSR, demikian ungkapnya (Andi Razak)