IKLAN YARA

Kemendikbudristek & UNICEF Gelar Simposium Bersama

oleh -62.489 views
Kemendikbudristek & UNICEF Gelar Simposium Bersama
Kemendikbudristek & UNICEF Gelar Simposium Bersama
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) menggelar simposium virtual. Dalam kegiatan itu, mereka bertujuan mengajak berbagai sektor, baik pemerintah maupun swasta dan perwakilan sipil, untuk mendorong pembelajaran digital bagi seluruh anak di Indonesia.

“Simposium ini akan menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi dan berbagi praktik baik, dan bersama-sama membangun kolaborasi nyata serta mendorong terjadinya kerja sama untuk mewujudkan transformasi pembelajaran digital di Indonesia,” kata terang Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kemendikbudristek, Iwan Syahril pada pembukaan acara bertajuk ‘Pembelajaran Digital Berkualitas bagi Semua’ Senin (31/08/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kemendikbudristek untuk mempersiapkan disrupsi teknologi guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang dapat menghadapi revolusi industri 4.0.

“Pendidikan haruslah relevan dalam menjawab berbagai macam dinamika perubahan zaman. Tujuannya adalah menghasilkan SDM yang merdeka, yaitu mandiri dan berdaya dalam menghadapi tantangan zamannya,” ujar Jokowi melalui keterangan tertulisnya (31/08/2021).

BACA JUGA :   Tinjau Vaksinasi Massal Akabri 96, Sigit: Terus Bekerja Tanggulangi Covid

Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa pembelajaran digital dapat melebarkan kesempatan guru serta murid menjelajahi berbagai sumber maupun untuk saling berkolaborasi. Hal ini untuk menghadapi tantangan revolusi industri tersebut.

Terkait transformasi belajar secara digital, Kemendikbudristek kini tengah mengembangkan tiga pilar. Pertama, dengan pengembangan kemampuan digital para pendidik dan tenaga kependidikan.

Mulai tahun 2018, Kemendikbudristek memiliki program Pembelajaran Berbasis TIK atau PembaTIK. Di tahun pembukaan tersebut, pesertanya masih 6.800.

Kemudian, bertambah menjadi 28 ribu pada tahun 2019. “Tahun 2020 dan 2021 pada saat pandemi peserta PembaTIK meningkat cukup tinggi menjadi 70.000 di tahun 2020 dan tahun ini 80.000,” jelas Iwan.

BACA JUGA :   Ir H Arse Pane Ketua SBPMP4 Jakarta : Polda Aceh dan Polres Langsa Kita Minta Usut Tuntas Kasus Pembakaran Rumah Pengacara H A Muthallib

Kedua, yakni pengembangan platform atau kanal serta konten digital. “Sejak tahun 2012, Kemendikbudristek mengembangkan platform Rumah Belajar yang bisa digunakan oleh guru, siswa, dan masyarakat secara gratis. Platform ini sudah memiliki pengguna lebih dari 20 juta dan sudah diakses oleh lebih dari 217 juta kali,” papar Iwan.

Selanjutnya, pada tahun 2020 Kemendikbudristek meluncurkan Guru Belajar dan Berbagi sebagai respons pandemi COVID-19. Dalam platform ini, terdapat dua fitur Guru Belajar dan Ayo Guru Berbagi.

Pilar ketiga adalah pengembangan dan fasilitasi konektivitas internet, infrastruktur, dan praktik. Simposium ini sekaligus menjadi wadah refleksi atas bagaimana guru dan seluruh pelaku pendidikan menanggapi perubahan dinamis dalam pembelajaran digital.

Iwan menyatakan, “Pembelajaran digital merupakan salah satu kunci dalam hal ini. Kita harus terus mengejar dan memelihara momentum untuk terus memajukan pembelajaran digital yang inklusif bagi semua anak di Indonesia.”

BACA JUGA :   Kemenag Minta Dubes Arab Cabut Penangguhan Keberangkatan Haji

Perwakilan UNICEF Indonesia, Debora Comini turut mengatakan, “Kita juga perlu memastikan bahwa perluasan pendidikan digital seimbang dengan dan dilengkapi dengan dorongan untuk juga menumbuhkan keterampilan belajar dasar yang diperlukan untuk mengatasi krisis pembelajaran.”

Pada analisis UNICEF tahun 2021, organisasi ini merekomendasikan penguatan konten dan platform, kemampuan digital guru dan murid, serta perluasan konektivitas. “Temuan ini juga mengkonfirmasi pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam memajukan pembelajaran digital bagi semua,” imbuhnya.

Kemendikbudristek dan UNICEF pada kolaborasi ini turut menjembatani pertukaran berbagai pemangku kepentingan seperti sektor swasta, perusahaan teknologi, dan lain sebagainya. Tujuannya, untuk mendiskusikan cara mendukung visi pembelajaran digital Kemendikbudristek.(*)

Source:Dtc