IKLAN YARA

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka STP Trisakti Diikuti 11 Mahasiswa dari Enam Kampus

oleh -156.489 views
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka STP Trisakti Diikuti 11 Mahasiswa dari Enam Kampus
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka STP Trisakti Diikuti 11 Mahasiswa dari Enam Kampus
UPDATE CORONA

Jakarta I Realitas – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti menerima 11 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang berasal dari enam kampus di luar Jawa. 

Para mahasiswa tersebut akan menjalani program tersebut hingga Desember 2021. 

“Diharapkan program tersebut semakin memperkuat kecintaan generasi muda terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati melalui keterangan tertulis, Selasa (5/10/11).

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan salah satu dari 11 Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kemendikbudristek. 

Fetty mengaku bangga kampusnya dilibatkan dalam Program MBKM yang memberi kesempatan pada mahasiswa untuk belajar di luar program studinya selama 3 bulan. 

Program tersebut juga bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa akan budaya lain di Indonesia.

BACA JUGA :   Kenang Jasa Pahlawan, Kemenkumham Tabur Bunga Di Teluk Jakarta

11 mahasiswa Program MBKM yang ditempatkan di STP Trisakti itu berasal dari enam perguruan tinggi, yaitu Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara; Universitas Muhammadiyah Makassar; Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Pakajene, Sulawesi Selatan.

Lalu Universitas Mulawarman Kalimantan Timur; Universitas Negeri Makassar; dan Universitas Nusa Cendana, Kupang Nusa Tenggara Timur.

Mahasiswa tersebut, kata Fetty, memilih sejumlah matakuliah yang akan dipelajari di STP Trisakti, antara lain manajemen perhotelan, manajemen destinasi, kitchen, pastry, bisnis wisata, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. 

“Jika setelah program MBKM ini kalian tertarik dengan dunia pariwisata, bisa lanjut kuliah S2 di STP,” ujar Fetty. 

Mahasiswa STP Trisakti yang terpilih dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka  sebanyak 13 orang. 

BACA JUGA :   Kapolri: Tidak Boleh Abai dan Prokes Tetap Kuat Saat Libur Nataru

Mereka ditempatkan dalam satu kampus di Universitas Nusa Cendana NTT mulai pertengahan Oktober 2021.

“Melalui program ini diharapkan terjadi alkuturasi budaya di kalangan mahasiswa. Sehingga satu sama lain bisa saling menghargai,” tutur Fetty. 

Ditanya soal seleksi program pertukaran mahasiswa MBKM, Fetty menjelaskan, mahasiswa yang tertarik bisa mendaftarkan namanya. 

Setelah itu, data diserahkan ke Ditjen Diktiristek secara online. Nantinya, pihak Kemdikbudristek yang akan menentukan kampus tujuan.

“Kampus hanya mengirim data mahasiswa, pihak Kemdikbudristek yang akan menentukan kampus tujuan. Semua biaya ditanggung pemerintah, termasuk  biaya hidup termasuk tempat tinggal sementara (kos), kegiatan budaya selama masa pertukaran mahasiswa dan tiket pesawat,” kata Fetty. 

BACA JUGA :   Kenang Jasa Pahlawan, Kemenkumham Tabur Bunga Di Teluk Jakarta

Mahasiswa yang bisa mengikuti program MBKM, harus memiliki sejumlah prestasi secara akademik.

Para mahasiswa memiliki mandat sebagai duta dari kampusnya, serta berbagi pengalaman dan keterampilan di kampus tujuan. Selain kegiatan yang dapat memperkuat ikatan dalam NKRI.

Salah satu peserta program dari Universitas Nusa Cendana NTT, Agnes G Ataupah mengaku senang masuk dalam Program MBKM untuk kampus STP Trisakti. Ia ingin belajar tentang manajemen perhotelan, meski saat ini tengah kuliah pada program studi psikologi.

“Saya suka psikologi, tapi suka traveling. Karena itu, saya ambil mata kuliah yang berhubungan dengan perhotelan dan pariwisata,” kata Agnes. (*)

Source: Trb