Warga Griya Bukit Jaya Desa Bojong Nangka, Meminta Pada Muspika Hentikan Pembangunan Kios di Area Sutet

oleh -134.489 views
Warga

IDUL FITRI

Bogor I Realitas – Warga perumahan Griya Bukit Jaya desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan meminta kepada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gunung Putri untuk menghentikan pembangunan bakal kios yang berada tepat dibawah menara sutet.

Seperti diketahui, Pemerintah menetapkan harus ada radius steril dari keberadaan sutet.

REALITAS TV

Dalam radius tersebut tidak boleh ada bangunan yang dibangun. Jika dilanggar, maka bangunan tersebut dianggap ilegal.

Dari pantauan awak media dilapangan, Jum’at (26/2/2021) terdapat papan proyek Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pembangunannya dimulai pada bebrapa bulan yang lalu.

BACA JUGA :   Masjid dan Taman Bermain Jadi Sasaran Patroli Piket Koramil Serengan

“Dalam hal ini kami sebagian warga tidak setuju dengan adanya pembangunan di tanah fasum/fasos lebih-lebih di bawah sutet kami akan meminta kepada Muspika Kecamatan Gunung Putri agar menghentikan pembangunanya dan di kembalikan sebagai mestinya,” Protes seorang warga, Rabu (24/2/2021).

Dari hasil investigasi dilapangan, kios-kios ini disewakan oleh Kades Bojong Nangka.

Sementara pihak Dinas Aset Kabupaten Bogor sendiri mengaku tidak mengeluarkan izin untuk pembangunan kios tersebut.

Penuturan seorang warga berinisial Az mengatakan kalau kios tersebut diduga disewakan dan uang sewanya disetorkan langsung ke pihak BUMNDes.

BACA JUGA :   Melihat Kembaran Masjid Baiturrahman Aceh di Yogyakarta

“Harga sewanya Rp 6 juta per tahun, langsung bayar ke BUMNDes,” Ungkapnya.

Ali selaku Ketua BUMNDes mengatakan perihal perijinanya sudah di mohon ke dinas aset dan pihak aset meminta retribusi 5 persen. “Kalau di angka 2% mungkin masih bisa kami pertimbangkan,” Ucap Ali.

Namun berbeda dengan jawaban Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor. Staf yang enggan disebutkan namanya kni mengatakan tidak pernah memberikan ijin tanah fasum/fasos di jadikan sewa menyewa.

BACA JUGA :   Damai Dalam Perbedaan Bergemuruh di Pondok Pesantren AFKN Bersama AMAN Indonesia

“Apalagi meminta retribusi dan siapa yang bilang meminta 5% sambil itu jelas tidak benar,” Tepisnya dengan nada tinggi.

Untuk itu warga perumahan Griya Bukit Jaya tetap akan mempersoalkan bangunan yang langgar aturan ini.

“Kami tegas akan bawa ke jalur hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Akan kami uraikan dan akan kami laporkan kepada dinas dan intansi pemerintahan Kabupaten Bogor,” Ringkasnya. (Deddy Karim)

UPDATE CORONA