Setelah Laporkan Serangan Seksual, Mahasiswi di Meksiko Tewas Dicekik

oleh -85.489 views
ilustrasi

IDUL FITRI

OCOSINGO – Seorang mahasiswi kedokteran di Meksiko  ditemukan tewas dicekik di rumahnya, hanya beberapa minggu setelah dia melaporkan serangan seksual ke polisi.

Mariana Sanchez Davalos, 24, adalah seorang mahasiswa kedokteran dan lulusan ahli bedah yang bekerja di sebuah klinik di kotamadya Ocosingo. Dia ditemukan tewas pada 28 Januari 2021.

REALITAS TV

Menurut polisi, hasil autopsi mengungkapkan dia dicekik hingga tewas tetapi tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pelecehan seksual lainnya.

Media lokal melaporkan bahwa Davalos telah melaporkan pelecehan seksual oleh anggota masyarakat setempat kepada polisi beberapa minggu sebelum pembunuhannya, namun kasustersebut tidak pernah diselidiki.

Dia kemudian meminta Universitas Otonomi Nasional Chiapas, tempat dia terdaftar sebagai pekerja di salah satu klinik, untuk memindahkannya ke klinik lain.

BACA JUGA :   Batalyon Infanteri 642/Kapuas Anjangsana Upaya Pererat Hubungan Baik Dengan Warga

Namun, Davalos malah diberikan satu bulan cuti sementara permintaan relokasi diabaikan.

Tidak jelas apakah dia memberi tahu universitas tentang kekerasan seksual yangsebelumnya dia laporkan ke polisi.

Teman-temannya mengatakan korban menderita secara fisik dan emosional atas dugaan pelecehan seksual.

Korban bertahan selama 10 hari tanpa hasil apa-apa dari laporannya sehingga membuatnya mengalami depresi.

Rekan-rekannya di fakultas kedokteran menggelar protes di depan universitas menuntut jawaban mengapa perempuan berusia 24 tahun itu ditolak permohonannya yang putus asa untuk mengubah lokasi kerja.

Mereka juga bertanya-tanya mengapa laporan ke polisitentang serangan seksual diabaikan.

BACA JUGA :   116 Alumni SMA Pradita Dirgantara Lolos SBMPTN 2021

Kelompok hak perempuan telah menyatakan kemarahan mereka atas kematian Davalos.

Komite Mahasiswa Kedokteran Negeri Chiapas (CEMECH) meminta direktur Fakultas Kedokteran Manusia Dr Manuel Velasco Suárez menjelaskan kurangnya perhatiannya.

“karena ini bukanpertama kalinya situasi seperti ini terjadi selama proses magang atau pelayanan sosial,” katanya.

Kementerian Kesehatan mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan kemarahan mereka atas pembunuhan Davalos dan menegaskan kembali kebijakan toleransi nol mereka untuk setiapperilaku kekerasan terhadap perempuan.

Para pejabat mengatakan mereka melakukan kontak dengan keluarga korban dan akan memberikan dukungan saat mereka menyelidiki kematian Davalos.

Kasus ini diperlakukan sebagai pembunuhan meski belum ada laporan tersangka.

Kelompok hak perempuan dan aktivis online telah memulai kampanye advokasi dengan meramaikan hashtag #JusticiaParaMariana untuk mendorong perjuangan keadilan bagi korban.

BACA JUGA :   BUMG Meunasah Krueng Launching Usaha Photo Copy

“Seorang mahasiswa kedokteran seharusnya hanya fokus pada pembelajaran, tidak perlu mengkhawatirkan keselamatannya.

Lingkungan kerja yang aman dibutuhkan selalu, ” tulis seorang pengguna media sosial yang ikut berkampanye dengan hastag tersebut.

Pengampanye hak perempuan, kelompok Mujeres de la Sal meminta gubernur untuk menjadi ujung tombak penyelidikan.

“Kami menuntut Gubernur Chiapas mengambil tindakan atas masalah ini dan menghukum orang-orang yang mengabaikan permintaan Mariana dan riwayat pelecehan seksual sesuai dengan hukum,” kata kelompok tersebut, seperti dikutip dari The Sun, Selasa (02/02/2021). (*)

Sumber: (SN)

UPDATE CORONA