Langsa | REALITAS – Demontran kembali menuntut agar Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Mawardi Siregar dicopot dari jabatannya. Mereka tak ingin Dekan FUAD diberi kesempatan untuk merubah kesalahannya. Hal ini dikarenakan kebijakan Mawardi yang dinilai telah merugikan mahasiswa berulang kali sejak sebelum menjadi Dekan FUAD.
“Sebenarnya kasus ini bukan hanya udah ada pas dia menjabat sebagai dekan, beliau pernah terjerat kasus persoalan keuangan di HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). Oleh sebab itu kami tidak mau kejadian itu terulang ketiga kalinya,” ungkap Drajat saat ditemui dihalaman Sekret Dema IAIN Langsa pada Jum’at Siang, 11 Oktober 2024.
Menurut Drajat saat Mawardi masih menjabat sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) Bimbingan dan Konseling Islam ia pernah terjerat kasus persoalan keuangan HMJ tersebut.
Dan kini persoalan itu kembali mencuat saat Mawardi menjabat sebagai Dekan FUAD dimana ia merevisi Rencana Anggaran Keuangan (RAB) Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tanpa persetujuan dari pihak pengurus. Lantas kebijakan ini dianggap merugikan mahasiswa yang kedua kalinya.
“Seperti kegiatan Pengabdian Padang Tiji yang mana saya lihat di-RAB awal itu RAB-nya bagus gak ada yang melenceng tapi ketika diberubah RAB tersebut seakan-akan hanya menguntungkan satu pihak,” ujar Drajat.
Selain daripada itu, Drajat juga prihatin terhadap mahasiswa baru (maba) yang kerap diharuskan membayar secara pribadi untuk mengikuti acara dari fakultas sendiri.
“Kasian kami sama adek-adek ni, setiap ada kegiatan baru pasti ada kegiatan yang memang keluar uang sendiri,” kata Drajat.
Tak cukup sampai disitu, demontran yang menginginkan dekan untuk lengser dari jabatannya juga disebabkan karena merasa dekan tidak menganggap kehadiran Ormawa dan merendahkan kegiatan yang dilakukan Ormawa di Fakultas.
Seperti Kegiatan Genetive jilid II, dalam sambutan penutupan acara oleh dekan yang dianggap kurang layak dan dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian dalam mengawasi Ormawa.
“Seperti sambutan acara Genetive tidak ada kata penutupan sambutan yang baik. Malah beliau depan wali dan peserta menganggap kegiatan itu kurang bagus,” tutur Drajat.
Adapun kegiatan Ormawa yang ditentukan oleh Dekan FUAD:
1. Film Dokumenter
2. Pengadaan Pojok Qur’an
3. Pengabdian Padang Tiji
4. Book Chapter
5. Sosialisasi ke Sekolahan
Jika dekan tak kunjung diturunkan, aksi mahasiswa tak akan berhenti. Drajat memastikan akan terus melakukan demo hingga dekan diturunkan dari jabatannya.
kekhawatiran jika Mawardi masih menjabat akan mempersulit perkuliahan dan tugas akhir mahasiswa yang turun aksi di halaman Gedung Rektorat IAIN Langsa.
“Kasian kawan-kawan nanti yang jadi sasaran intimidasi, sasaran dipersulit,” ujar Drajat.(*)












