Pelindo: Budaya K3 Butuh Komitmen Semua Unsur Perusahaan

oleh -98.759 views
Pelindo Budaya K3 Butuh Komitmen Semua Unsur Perusahaan

Belawan | MEDIAREALITAS – PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) menilai pembudayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja merupakan sebuah usaha jangka panjang yang membutuhkan komitmen dari seluruh lapisan dalam organisasi bisnis.

“Upaya yang dilakukan harus secara berkelanjutan, sehingga organisasi dapat mencapai budaya keselamatan yang kuat dan mampu mengurangi serta menghilangkan risiko kecelakaan di tempat kerja,” kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Edi Priyanto di Medan, Sabtu 28 Oktober 2023.

Lebih luas ia menjelaskan, setiap perubahan secara teknis membutuhkan sejumlah individu untuk menjadi role model yang berperan sebagai pemandu proses berjalannya perubahan yang terjadi dalam suatu organisasi, sehingga tujuan yang diharapkan pun tercapai.

Para agen perubahan K3 harus mampu mengedukasi praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang benar, mencakup pemahaman tentang potensi bahaya, prosedur keselamatan, dan pentingnya mengidentifikasi serta melaporkan risiko. Dan bukan itu saja, agen perubahan K3 juga membantu pekerja dalam memahami dan merespons perubahan dalam prosedur keselamatan, teknologi, atau peraturan yang mungkin terjadi di tempat kerja.

Selain itu agen perubahan K3 juga membantu dalam mengembangkan kesadaran akan risiko yang mungkin terjadi di tempat kerja.

Diungkapkan Edi, umumnya ketika pekerja memahami bahaya yang ada, mereka lebih cenderung mengambil tindakan pencegahan, menggalang dukungan dari rekan-rekan kerja dan manajemen terhadap inisiatif keselamatan kerja. Dengan kata lain, agen perubahan K3 dapat menjadi advokat yang efektif untuk budaya keselamatan yang lebih baik.

“Agen perubahan (change agent) K3 yang memiliki kompetensi yang baik akan membantu dalam mencegah kecelakaan dan cedera di tempat kerja. Mereka dapat menjadi agen perubahan yang mempromosikan praktik keselamatan yang lebih baik. Penting untuk dicatat bahwa agen perubahan (change agent) K3 bukanlah hanya individu yang mendapat pelatihan dan memiliki kompetensi K3 yang memadai, namun juga mereka yang bersedia dan mampu untuk mempromosikan budaya keselamatan”, pungkas Edi Priyanto.

Penulis: Erwin