DPO Kasus Narkoba, Sofyan Caleg Terpilih DPRK Aceh Tamiang Ditangkap Bareskrim

oleh -382.579 views
Buron Kasus Narkoba, Sofyan Caleg DPRK Aceh Tamiang Ditangkap Bareskrim
Caleg DPRK Aceh Tamiang, Sofyan, ditangkap Bareskrim Polri. (Foto Istimewa)

JAKARTA | MEDIAREALITAS – Sofyan, calon anggota legislatif (caleg) DPRK Aceh Tamiang dapil 2 dari PKS, ditangkap Bareskrim Polri. Sofyan ditangkap lantaran sudah menjadi buron kasus narkotika.

Hal itu dibenarkan Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa, Minggu 26 Mei 2024.

Kata Mukti , yang bersangkutan berinisial S caleg terpilih DPR nomor 1 di Kota Aceh Tamiang, ia ditingkap Tim Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di kawasan Manyak Payed, Aceh Tamiang, pada Sabtu 25 Mei 2024 kemarin.

BACA JUGA :  Beri Penghormatan Terakhir, Kapolres: Semangat Dan Dedikasi Almarhum Akan Selalu Dikenang

Sebut Mukti, Sofyan dirungkus berdasarkan giat analisa dan profiling, menetapkan tempat-tempat persembunyian di mana tersangka DPO (daftar pencarian orang) melarikan diri (wilayah Aceh Tamiang-Medan) selama 3 minggu, ujarnya.

Dilansir detik.com, Mukti menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Aceh Tamiang untuk melakukan penangkapan. Sofyan ditangkap saat tengah berbelanja pakaian.

“Target berpindah ke toko IF Distro dan terpantau sedang memilih-milih pakaian, tim bergerak masuk ke toko dan melakukan penangkapan terhadap tersangka DPO,” tutur Mukti.

BACA JUGA :  Ketua YARA Langsa Juga Danton Wartawan Silahturahmi Dengan Kasat Lantas Polres Langsa

Sebelumnya diberitakan, Tiga warga Aceh Tamiang ditangkap dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Minggu 10 Maret 2024 Dengan barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 70 kilogram.

Tiga Warga Aceh Tamiang Bawa Sabu 70 Kg Ditangkap Oleh TNI Di Lampung
Tiga warga Aceh Tamiang ditangkap dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Minggu 10 Maret 2024 Dengan barang bukti (BB) berjenis sabu-sabu diamakan seberat 70 kilogram.

Barang haram itu dibawa dengan dua unit mobil dan mereka dtangkap oleh anggota TNI AL yang sedang jaga- di daerah itu.

Hingga kini, ketiga warga Aceh dan BB sudah diamankan kepolisian dari Mabes Polri serta dalam proses pengusutan lebih lanjut.

Personel Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) BKO Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Lampung berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba itu atas kerja karas dan laporan masyarakat.

Narkoba jenis sabu sekitar 70 kilogram (Kg) di area pemeriksaan Seaport Interdiction Kecamatan Bakauheni Kabupatan Lampung Selatan pada Minggu 10 Maret 2024.

Awalnya, anggota BKO Lanal Lampung (PAM Obvit) bersama anggota KSKP Kepolisian Bakauheni menghentikan Inova Putih dan Inova hitam yang melaju untuk menyebrang ke Jakarta.

Kedua mobil yang akan memasuki Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni untuk dilakukan pemeriksaan pada Minggu 10 Maret 2024 sekira pukul 08.00 WIB.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan ditemukan diduga narkotika jenis sabu dengan jumlah lebih kurang 70 (tujuh puluh) Kg di mobil Inova putih.

Anggota BKO Lanal Lampung dibantu anggota KSKP kemudian melaksanakan penangkapan terhadap tiga terduga pelaku yaitu, Ry, IA, dan Sr. Diketahui ketiganya berasal dari Provinsi Aceh.

Selanjutnya terduga pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor KSKP Bakauheni.

“Dari kantor KSKP Bakauheni selanjutnya Tim dari Bareskrim Mabes Polri membawa tersangka dan Barang Bukti Sabu dan 2 Unit kendaraan Inova ke Jakarta untuk dilaksanakan pengembangan lebih lanjut,” kata keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL pada Minggu 10 Maret 2024.

Tindakan tersebut, merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh Prajurit Jalasena untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi dalam setiap tugasnya.

Terpisah berhasil dihimpun media ini dari berbagai sumber media ini menyebutkan barang haram itu dibawa dari Aceh Tamiang Provinsi Aceh menuju jakarta.

Sumber lain lagi juga menyebutkan satu orang dianata ra tiga yang tertangkap adik ipar salah sorang Caleg daerah pemilihan DPRK Aceh Tamiang.

Sumber media ini juga menyebutkan barang haram itu memang hasil dari malasyia yang dikirim ke Aceh untuk dipasarkan ke Jakrta, ujar sejumlah sumber media di Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang Privinsi Aceh.

Editor: Rahmad