Oknum Komite SD Aceh Tamiang Diduga Lakukan Pungli, Datok Berang Panggil Wartawan Dan Para Legal YARA Menghadap

oleh -575.579 views
Oknum Komite SD Aceh Tamiang Diduga Lakukan Pungli, Datok Berang Panggil Wartawan Dan Para Legal YARA Menghadap
Foto Istimewa (Dok Mediarealitas)

Aceh Tamiang | MEDIAREALITAS – Diduga oknum Komite Sekolah Inisial SU, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paya Rambe, Dusun Purwodadi, Sei Kuruk II, Kecamatan Seuruway, Aceh Tamiang, lakukan dugaan Pungutan liar (Pungli) terhadap wali murid.

Adapun dana akan dikutip itu, yakni dari Rp100ribu, hingga Rp200ribu, per wali murid di sekolah. “Diduga untuk pembuatan pagar SD Negeri Paya Rambe,” ungkap Rianto, Paralegal Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Langsa, kepada Mediarealitas.

Dia menjelaskan, bahwa ada sejumlah wali murid keberatan adanya pengutipan dana tersebut. “Hal itu, diungkap beberapa wali murid saat ditemuinya,” ujar dia.

Seperti disampaikan Wali Murid bernama Ibu Kesi. “Kepada saya, ibu itu mengaku keberatan dengan kutipan tersebut.”

Selain itu, kata ibu tersebut, dari tahun ke tahun, di SD dimaksud, tidak pernah ada kutipan dana untuk membuat fasilitas sekolah.

Hal senada turut disampaikan Wali Murid lainnya, yakni Ibu Asnik. Ibu tersebut juga mengaku keberatan, dengan kutipan dimaksud. “Jangankan Rp200ribu, untuk Rp100ribu saja susah saya cari,” katanya.

BACA JUGA :  Pj Bupati Aceh Singkil Tunjuk Edi Widodo Jadi Plh Sekda

Asnik menjelaskan, jika oknum bapak komite itu menyebutkan masalah bangun pagar itu, sedekah jariyah. “Siapapun tahu dan tidak perlu dikasih tahu terkait sedekah. Intinya, tidak dipatokan, harus Rp100, pun Rp200ribu. Sedekah itu seikhlasnya,” sebut mereka, diamini beberapa wali murid lainnya merasa keberatan.

Sementara itu, terkait laporan dimaksud, Rianto Para Legal Yara pun turut melakukan konfirmasi perihal itu. Namun, ungkap Rianto, yang diterima dari pihak sekolah, justru terkesan irit bicara.

Iisnawati, Kepala Sekolah SD menyatakan, itu bukan urusannya. Pada waktu rapat, ia mengaku tidak berbicara apapun.

Kata dia, hanya komite saja berbicara. Kemudian, ujarnya daripada kita bermasalah, kita buat rapat lagi. “Kita batalkan saja. Biar saja pagar itu tidak dibuat,” kata Iisnawati.

Terkait hal itu, saat media ini lakukan konfirmasi, Senin 22 Januari 2024, oknum Komite SU mengaku, jika kutipan itu inisiatif dirinya. “Tdak disuruh kepala sekolah. Saya lakukan ini untuk sedekah jariyah, biar ada alam ibadah di akhirat nanti,” sebut oknum komite sekolah itu.

BACA JUGA :  Bea Cukai Langsa Musnahkan Kapal Ilegal Dan Rokok Senilai Rp439 Juta

Kemudian, terkait konfirmasi itu, ternyata buat oknum datok alias kepala desa merasa berang. Insial RMI, mengaku Kepala Desa di Sei Kuruk II, Kecamatan Seuruway, Aceh Tamiang, mendadak ajak bertemu Para Legal YARA Langsa dan wartawan media ini.

Saat ditanya terkait hal apa bertemu, dia pun dengan kesan arogan, memerintahkan para legal dan wartawan untuk menghadap pihaknya.

“Datang saja, biar kita selesaikan persoalan kemarin,” dengan nada keras, oknum datok itu menyebutkan dirinya Alumni Fakultas Hukum Unsam, Langsa (Rekaman redaksi).

“Saya orang mengerti hukum. Dalam kasus ini jangan gunakan kacamata kuda,” ujarnya emosi kepada wartawan dan para legal.

Kasus kutipan itu, kata RMI, ada aturannya, dan dapat diselesaikan di desa, tandas oknum datok nada emosi, kepada wartawan dan Para Legal YARA.

Penulis: Rahmad
Editor: Redaksi