Pelaku Penganiayaan Warga Diserahkan Ke Kejari Jayapura

oleh -24.579 views
Pelaku Penghasutan Dan Penganiayaan Diserahkan Ke Kejari Jayapura
 Satuan Resese Kriminal Polres Jayapura menyerahkan ke dua tersangka kasus penghasutan berujung pengeroyokan dan penganiayaan ke Kejaksaan Negeri Jayapura, Senin, (30/10/2023).

Jayapura | MEDIAREALITAS – Satuan Resese Kriminal Polres Jayapura menyerahkan ke dua tersangka kasus penghasutan berujung pengeroyokan dan penganiayaan ke Kejaksaan Negeri Jayapura, Senin, (30/10/2023).

AK, 37 tahun, dan BM (27) akhirnya diserahkan polisi ke Kejaksaan, keduanya berdasarkan hasil penyelidikan telah melakukan penghasutan hingga berujung pengeroyokan serta penganiayaan yang mengakibatkan OK (30) mengalami luka tusuk dibagian bahu dan TS, 27 tahun, mengalami luka tusuk di bagian dada.

Kasus tersebut terjadi pada hari jumat 18 Agustus 2023, di BTN Purwodadi Sentani antara kedua kubu simpatisan KNPB (Komite Nasional Papua Barat).

BACA JUGA :   Diperiksa Tiga Jam, Terlapor Akui Ancam Wartawan Melalui Telepon

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen, melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B Trenggoro, saat dikonfirmasi membenarkan telah melengkapi berkas kedua pelaku yang merupakan simpatisan KNPB.

“Dari hasil pemeriksaan keduanya terbukti telah melakukan penghasutan yang berujung pengeroyokan hingga penganiayaan yang mengakibatkan dua orang korban mengalami luka tusuk, berkas perkara keduanya dinyatakan lengkap hingga dilaksanakan tahap dua sehingga diserahkan ke kejaksaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kasat mengungkapkan selain kedua tersangka juga diserahkan barang bukti berupa 3 buah batu, pecahan kaca, pecahan kayu, 1 selebaran KNPB dan 1 unit handphone Oppo yang diterima langsung jaksa penuntut umum Emma Kristina Dogomo.

BACA JUGA :   Tega Lukai Ibunya, Seorang Anak Terancam Lima Tahun Penjara

“AK (37) terjerat pasal 170 ayat (1) KUHP atau pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara sedangkan BM (27) dijerat pasal 170 ayat (1) KUHP atau pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara,” tutup Kasat Reskrim.