Tak Terlihat Dua Hari, Warga Langsa Ditemukan Meninggal Di Rumah Kontrakan

oleh -433.759 views

Langsa | MEDIAREALITAS – Tidak terlihat dua hari, Saiful Usman 41 tahun warga Gampong Kapa, Langsa Timur, Kota Langsa, ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya Gampong Blang, Rabu (30/8/2023).

Selama ini korban Saiful Usman, memasuki waktu sore setiap harinya perg dari rumah untuk mencari nafkah, kata Zul Azhar, pemilik rumah kontrakan korban.

Namun, sambung Zul, sudah dua hari terakhir ini Dia tidak keluar bekerja karena sakitnya itu dan Ia tinggal sendiri di rumah sewanya tersebut, kata ujar Zul.

Kapolres Langsa AKBP Muhammaddun melalui Kapolsek Langsa Kota Iptu Mulyadi mengatakan, korban pertama kali ditemukan pemilik kontrakan, sekitar pukul 13.30 WIB.

“Pemilik kontrakan pulang kerumah dan menggedor rumah sewa sertar mengitari rumah tempat korban tinggal terlihat semua pintu, jendela dalam keadaan tertutup dan terkunci dari dalam,” kata Kapolsek.

Karena merasa khawatir, Ia pun mendobrak pintu depan dengan cara menendangnya, usai pintu terbuka Dirinya terkejut melihat korban tergeletak dilantai kamar depan dengan kondisi tidak bernyawa lagi.

Melihat hal itu, saksi langsung melaporkan kepada Kepala Lorong (Keplor) yang selanjutnya diteruskan ke pihak Bhabinkamtibmas Polsek Langsa Kota, ungkap Iptu Mulyadi.

Menurut keterangan saksi, selama tiga bulan terakhir korban menyewa rumah miliknya dan hidup sendirian tanpa ada pihak keluarga lainnya, sementara sudah dua hari korban tidak terlihat, karena biasa korban keluar untuk kegiatan sehari-hari meminta sedekah, kata Dia.

Sementara itu, adik kandung korban Jumiati mengaku bahwa saudaranya tersebut sebelumnya pernah ditahan di Lapas Langsa terkait dengan kasus narkotika jenis Ganja Kering dan selama korban dalam masa tahanan, korban sudah mengalami penyakit kulit tersebut.

Untuk penyakit kulit yang diderita korban sudah pernah diobati di RSUD Kota Langsa, namun tidak ada kesembuhan, Jumiati mengetahui abangnya ditemukan meninggal setelah dihubungi pemilik kontrakan.

Dalam hal ini, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di Gampong Kapa, tutup Iptu Mulyadi. (red)