Bea Cukai Langsa Diduga Kuat “Kong Kalikong” dan Selalu Lepas Tersangka OTT Rokok Ilegal

oleh -572.759 views
Bea Cukai Langsa Diduga Kuat "Kong Kalikong" dan Selalu Lepas Tersangka OTT Rokok Ilegal
Puluhan Aliansi Elemen Sipil Menggugat (AESM) Kota Langsa melancarkan aksi demonya ke kantor Bea Cukai Langsa Selasa (11/7/2023).

Langsa | MEDIAREALITAS – Puluhan Aliansi Elemen Sipil Menggugat (AESM) Kota Langsa melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bea Cukai Langsa meminta ditangkap mafia rokok dan copot Kepala Bea Cukai Langsa yang disinyalir ikut main mata dengan para mafia rokok haram tersebut, Selasa (11/7/2023).

Demo yang dilancarkan Aliansi Elemen Sipil Menggugat diawali dengan berjalan kaki dari lapangan merdeka menuju kantor DPRK Langsa dan juga ke kantor Bea Cukai dengan membawa spanduk bertuliskan kecaman diantaranya ‘berantas mafia rokok ilegal’ dan ‘Copot Kepala Bea Cukai Langsa’.

Dalam orasinya koordinator aksi, T Fadli alias Popon membacakan petisi diantaranya, Bea Cukai Langsa diduga kuat “Kong Kalikong” alias main mata dan selalu melepaskan tersangka Olah Tangkap Tangan (OTT) rokok ilegal.

“Terbukti tidak ada satupun kasus penangkapan rokok ilegal yang dilimpahkan ke Kejaksaan dan disidangkan di Pengadilan,” teriak Popon.

Lalu, selama ini Bea Cukai Langsa dianggap telah membodohi masyarakat dengan seolah-olah apa yang dilakukan telah sesuai aturan, padahal setiap penangkapan, baik supir atau kurir serta mobil dan truck pengangkut barang haram itu adalah alat bukti yang sangat kuat untuk dijadikan pintu masuk mengungkap lebih dalam siapa mafia rokok ilegal tersebut.

Akibatnya negara selalu dirugikan oleh Bea Cukai Langsa sendiri, karena dalam setiap operasi dan penangkapan barang ilegal menggunakan biaya operasional dari uang negara yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Namun tidak memberikan manfaat buat negara tapi hanya menguntungkan oknum Bea Cukai Langsa saja. Selain menikmati uang negara juga mendapat hasil Kong Kalikong dari para mafia dan para penyelundup.

Terbukti peredaran rokok ilegal sangat marak dalam wilayah kerja Bea Cukai. Maka dengan itu kami Aliansi Elemen Sipil Menggugat.

Pertama kami meminta agar bukti-bukti yang ada untuk ditingkat status hukumnya hingga ke pengadilan agar memberikan efek jera bagi para pelaku dan negara tidak terus dirugikan.

Kedua, mendesak Dirjen Bea Cukai agar mencopot pejabat Bea Cukai Kota Langsa yang nakal yang selama ini bermain kotor yang berakibat merugikan negara miliaran rupiah.

Ketiga, memberikan sanksi administratif dan sanksi Pidana terhadap oknum-oknum pejabat Bea Cukai Kota Langsa yang terlibat.

Keempat, meminta agar Bea Cukai Kota Langsa agar lebih transparan dalam bekerja dan terakhir kelima jika Petisi kami tidak di indahkan dalam waktu 3 x 24 jam, maka kami akan turun dalam eskalasi massa yang lebih besar.

Senada, Wahyu Ramadhan, dalam orasinya berapa kali penangkapan rokok ilegal tidak pernah ditangkap pelakunya, sebenarnya ini ada apa kawan-kawan.

Hari ini cukup banyak beredar rokok ‘haram’ di kios yang berada di Kota Langsa dan sampai saat ini tidak ada tindakan apapun dari Bea Cukai Langsa seakan mereka diam saja.

“Buktinya hingga saat ini pintu pagar digembok dengan pengawalan ketat pihak satpam maupun polisi berjaga-jaga didepan pintu pagar dan tidak ada pejabat Bea Cukai yang mau menemui pendemo,” teriaknya.

Hal lain, pendemo mendesak Dirjen agar mencopot Kepala Bea Cukai Langsa karena disinyalir ada main mata dengan para mafia rokok yang bebas berkeliaran menjual rokok polos itu.

“Memang tidak ada itikat baik Bea Cukai Langsa karena pintu pagar digembok dan tidak ada satupun yang berani menjumpai pendemo,” teriak Wahyu.

Sementara itu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) C Kuala Langsa, Sulaiman, yang dihubungi wartawan via WhatsApp menuliskan pesan media dan masyarakat adalah pilar demokrasi, tetap kita apresiasi.”Pekerjaan bagi saya adalah ibadah Pak, pertanggung jawaban saya dunia dan akhirat,” tulisnya. (red)