YLBH Iskandar Muda Aceh Minta Kejati Aceh Periksa PPTK Pembangunan Gedung BAPPEDA Aceh Utara

oleh -145.759 views
YLBH Iskandar Muda Aceh Minta Kejati Aceh Periksa PPTK Pembangunan Gedung BAPPEDA Aceh Utara

Banda Aceh I | Realitas – Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Iskandar Muda Aceh (YLBH Iskandar Muda Aceh) Muhammad Nazar,S.H minta Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Aceh segera periksa Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), Rekanan, Konsultan Pengawas, pembangunan gedung BAPPEDA Aceh Utara, yang sampai saat ini gedung yang menghabiskan anggaran milyar rupiah belum selesai.

Gedung BAPPEDA anggaran tahun 2022 itu yang berposisi di kawasan Landing, Jl.Medan-Banda Aceh diduga pengerjaan yang asal jadi dan sangat tidak sesuai dengan harga yang dinilai Milyaran rupiah itu perlu diperiksa secepatnya,”ujar Muhammad Nazar,S.H kepada sejumlah Wartawan, Sabtu (25/02/2023) di Banda Aceh.

Lebih lanjut Nazar menyebutkan,”pekerjaan pembangunan Gedung BAPPEDA Aceh Utara itu baru mencapai 90% pengerjaan dan sudah mati kontrak kerja pada tanggal 30 Desember 2022 lalu.

Proyek gedung BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara di Landing, terlihat jelas dari tembok dinding dalam pengerjaannya jauh dari kata rapi begitu juga dengan pemasangan atap seng bergelombang dan dikuatirkan akan cepat bocor,”ujar Nazar.

Lanjut Nazar, kita minta Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Aceh agar semua pihak yang bersangkutan di dalam proyek tersebut segera diperiksa,”Tutup Nazar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Kejati Aceh Diminta Periksa Perusahaan Pekerja Gedung BAPPEDA Aceh Utara, Rabu (22/02/2023).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, diminta segera periksa Perusahaan Pekerja Gedung BAPPEDA Aceh Utara yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan.

Proyek Pembangunan Gedung BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, di Landing Jalan Medan-Banda Aceh itu sudah berakhir pada tahun 2022 lalu, namun sampai sekarang belum juga selesai dikerjakan. Dan molor dari jadwal hingga melewati tahun anggaran.

Pantauan Wartawan kelapangan sampai pada hari Rabu (22/2/2023) siang, masih terlihat aktivitas pekerjaan di area pembangunan tersebut.

Dari hasil liputan Wartawan terlihat beberapa pekerja tengah menggarap pada bagian pengecatan dinding luar dalam pemasangan keramik dan pemasangan kaca Kosen gedung senilai miliaran rupiah lebih yang digarap kontraktor asal Kota Lhokseumawe PT.TAP atas nama Pak Oden akrab disapa.

Waktu pelaksanaan pembangunan gedung tersebut mulai 4 Juli 2022 berakhir (mati kontrak) 30 Desember 2022 lalu.

Wartawan pada saat melakukan infestigasi kelapangan menemui seseorang mengaku dirinya sebgai konsultan Pembangunan gedung BAPPEDA Aceh Utara, yang tidak diketahui namanya itu, mengakui keterlambatan pekerjaan gedung BAPPEDA. (*)