Ribut Pasal Keluarga, Istri di Ambarawa Nekat Bunuh Suaminya

oleh -36.579 views
Ribut Pasal Keluarga, Istri di Ambarawa Nekat Bunuh Suaminya

 GOOGLE NEWS

Semarang | Realitas – Seorang istri, HNH (38) membunuh suaminya sendiri, AS (45) di rumah mereka di RT 01/RW 5, Lingkungan Kalipawon, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/11/2022) sore.

Kasi Humas Polres Semarang. Iptu Pri Handayani menjelaskan kronologi pembunuhan ini.

Pembunuhan berawal dari pertengkaran antara HNH dan AS karena ada permasalahan keluarga.

Pelaku HNH sempat melayangkan pukulan ke AS dan membuat pertengkaran semakin memanas.

Korban yang berprofesi sebagai sopir ambulans ini meninggal karena lehernya dicekik menggunakan kabel dan kehabisan napas.

BACA JUGA :   Petani Diserang Harimau

“Lalu pelaku mencekik korban selama kurang lebih lima menit, lalu mengambil rol kabel yang digunakan untuk menjerat leher korban.”

“Akibatnya korban lemas dan tak sadarkan diri lalu meninggal dunia,” ungkapnya pada Sabtu (26/11/2022) dikutip dari Kompas.com.

Kasus pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh anak korban, VR yang masuk ke rumah sekira pukul 15.30 WIB.

VR menemukan jasad ayahnya tergeletak dan melaporkan hal ini ke bu RT.

BACA JUGA :   Satu DPO Pelaku Pengeroyokan di Rumah Makan Berhasil Ditangkap Polisi

Ketua RT 1/RW 5 Kalipawon, Harso Sunari menjelaskan setelah mendapat laporan dari VR istrinya dan warga sekitar langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Ilustrasi Pembunuhan. Seorang istri di Ambarawa membunuh suaminya sendiri setelah terjadi pertengkaran rumah tangga. (TribunWow.com/Rusintha Mahayu) Setiba di TKP warga sempat mengecek keadaan korban dan setelah diperiksa korban sudah meninggal dunia.

Warga langsung melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Jadi tadi anaknya yang lihat, lalu lapor ke kami dan kami menghubungi Bhabinkamtibmas setempat,” jelasnya dikutip dari TribunJateng.com.

BACA JUGA :   Warga Medan Sunggal Diserang Geng Motor

Menurutnya, rumah tangga pelaku dan korban sudah sering terjadi pertengkaran.

Pelaku merupakan karyawan di sebuah pabrik dan sedangkan korban bekerja sebagai sopir ambulans.

“Korban sehari-hari sopir ambulans di Masjid Agung Palagan Ambarawa, mengantar orang sakit dan lain-lain,” tambahnya.

Harso mengaku tidak percaya jika pertengkaran rumah tangga mereka berakhir dengan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh AS. (*)

Sumber: tribun