Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar Se- Lawang Kidul

oleh -118.759 views
Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar Se- Lawang Kidul
Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar Se- Lawang Kidul

Muara Enim | Realitas – Puluhan Kepala sekolah dasar dalam Kecamatan Lawang Kidul ikuti pelatihan kurikulum merdeka bertempat di SDN 1 Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.

Dengan nara sumber dari BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Sumatera Selatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek dan Teknologi, yang di inisiasi oleh K3S Kec. Lawang Kidul dan disetujui oleh Koordinator wilayah Ermina Faridah, S.Pd, Kamis (01/09/2022).

Dalam pantauan awak media, kegiatan diselenggarakan selama 2 hari, dan dilaksanakan sejak tanggal 31 Agustus sampai tanggal 01 September 2022 dan hari ini untuk kegiatan yang terakhir.

Disampaikan Hj. Ullya, M.Pd bahwa kurikulum merdeka diterbit tanggal 11 Februari 2022 dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang terjadi lost learning di sekolah, mengingat 2 tahun peserta didik hanya belajar melalui daring akibat pandemi covid-19 yang melanda bangsa Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan Bu Ullya” Kurikulum Merdeka ini perlu disampaikan kepada kepala sekolah dan dewan guru utk melaksanakan Kurikulum Merdeka sebagai penyesuaian pembelajaran di setiap Satuan Pendidikan agar melaksanakan pembelajaran diferensiasi yaitu diferensiasi proses, konten dan produk dengan diawali asesmen diagnostik, untuk merancang modul ajar intrakurikuler dan modul projeck profil Pelajar Pancasila agar lebih dipahami dan nantinya bisa merubah perilaku siswa,” ucapnya.

Diharapkan Kurikulum Merdeka ini, dapat di implementasi di sekolah sehingga dapat merubah karakter peserta didik menjadi lebih baik lagi dengan mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Sementara diungkapkan Ketua Kelompok Kerja Kepala sekolah (K3S) Riza Yustanti, S.Pd MM kegiatan pelatihan ini merupakan Program K3S Kecamatan Lawang Kidul.

“Peserta yang mengikuti kegiatan ini dari sekolah dasar di Kecamatan Lawang Kidul sebanyak 100 orang, dan tiap sekolah mengirimkan peserta 3 orang terdiri dari 2 orang guru kelas dan Kepala sekolah,” ujarnya. (*)