Aceh Timur Terima 1005 Mahasiswa KKL dari Poltekkes

oleh -98.759 views
Aceh Timur Terima 1005 Mahasiswa KKL dari Poltekkes
Aceh Timur Terima 1005 Mahasiswa KKL dari Poltekkes

Aceh Timur | REALITAS – Aceh Timur menerima 1005 mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan dari Poltekkes Kemenkes Aceh Tahun 2022 yang akan melakukan KKL di Aceh Timur, Rabu (2/3/2022).

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabuaten Aceh Timur merupakan salah satu kabupaten yang memiliki masalah stunting dengan jumlah 19,73 persen berdasarkan entrian eppBGM Tahun 2021,” ujar Bupati Aceh Timur H Hasballah bin HM Thaib.

Sekda berharap agar mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh dapat menjalankan KKL terpadu ini sesuai dengan tujuan utama yaitu, ”Percepatan Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat”.

BACA JUGA :  Ketua YARA Langsa Desak Polres Langsa dan Kajari Aceh Timur Periksa Dugaan Pungli Di Puskesmas Birem Bayeun Aceh Timur

Sekda Aceh Timur juga berharap agar mahasiswa dapat meningkatkan kualitas dan pengetahuan keluarga maupun masyarakat terhadap stunting atau kekurangan gizi kronis pada bayi di Aceh Timur.

“Sebagai kaum intelektual dan pembaharu, mahasiswa harus memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan dan meningkatkan kualitas, sehingga dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi suksesnya pelaksanaan pencegahan stunting,” tuturnya.

Sementara Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh turut mengucap syukur karena Pemkab Aceh Timur telah menerima mahasiswanya sebanyak 1005 orang yang akan ditempatkan di lima kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur atau 101 desa.

BACA JUGA :  Perkembangan Penanganan Kasus Video Viral Dugaan Penganiayaan Anak di Idi Tunong, Polisi Jelaskan Alasan Belum Menahan Tersangka

“Kegiatan KKL akan berlangsung mulai 1 Maret hingga 21 Maret 2022. Tema KKL yaitu ‘Percepatan Penurunan Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Keluarga dan Pemberdayaan Masyarakat’. Kami siap mendukung Pemkab Aceh Timur untuk menurunkan angka stunting,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh mengatakan, upaya pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, karena tidak hanya terkait penanganan gizi dan kesehatan, tetapi juga bersangkut paut dengan masalah sanitasi, pola pengasuhan anak, ketersediaan dan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, serta politik.  (*)