IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

IKLAN YARA

Analisis Perbandingan Variable PDRB Kota Langsa Dan Aceh Timur

oleh -123.579 views
Analisis Perbandingan Variable PDRB Kota Langsa Dan Aceh Timur
Jenni Pri Andini  Mahasiswi IAIN Langsa

 GOOGLE NEWS

Oleh : Jenni Pri Andini  Mahasiswi IAIN Langsa

Analisis Perbandingan Variable PDRB Kota Langsa Dan Kabupaten Aceh Timur.

Dari grafik diatas dapat kita lihat bahwa garis merah dan biru menunjukkan variable Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku menurut jenis pengeluarannya yang terjadi selama 5 tahun yaitu pada tahun 2016-2020.

Pengeluaran PDRB atas dasar harga berlaku di Kota Langsa pada tahun 2016-2020 ditunjukkan oleh garis berwarna biru dimana pada tahun 2016, Pengeluaran PDRB atas dasar harga berlaku di Kota Langsa sebesar 3.390,38 miliar rupiah.

Akan tetapi, pada tahun 2017-2019 pengeluaran PDRB atas dasar harga berlaku di Kota Langsa mengalami peningkatan hingga menjadi 3.856,21 miliar rupiah.

Kemudian, pada tahun 2020 pengeluaran PDRB atas dasar harga berlaku di Kota Langsa kembali mengalami penurunan sehingga menjadi 3.815,19 miliar rupiah.

Penyebab tingginya pengeluaran PDRB di Kota Langsa yaitu karena pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi LNPRT (lembaga non profit yang melayani rumah tangga), pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan inventori, ekspor
barang dan jasa, dan impor barang dan jasa.

B. Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa pengeluaran PDRB atas dasar harga berlaku yang terjadi pada tahun 2016-2020 di Kab. Aceh Timur lebih tinggi dibandingkan dengan pengeluaran PDRB di Kota Langsa pada tahum 2016-2020.

Hal ini dikarenakan PDRB merupakan salah satu indicator ekonomi yang dapat menggambarkan aktivitas ekonomi secara menyeluruh pada suatu daerah.

Dengan adanya pertambahan jumlah penduduk tiap tahun, aktivitas ekonomi juga semakin meningkat, sehingga mengakibatkan peningkatan nilai PDRB dari tahun ke tahun. Tahun 2020 nilai PDRB di Kab. Aceh Timur sebesar 1o.615,79 miliar rupiah atau meningkat sebesar 334,99 miliar rupiah disbanding tahun 2019 yang mencapai 10.280,80 miliar rupiah.

C. Dampaknya yaitu semakin besar PDRB yang dikeluarkan untuk kebutuhan masyarakat maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat disuatu daerah tersebut.

Akan tetapi, pengeluaran PDRB di suatu daerah juga harus diseimbangkan dengan pendapatan PDRB di daerah tersebut. Karena jika pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan, maka suatu daerah tersebut akan berhutang kepada daerah lain atau pun negarayang akan berakibatkan pada kemiskinan

D. Solusinya yaitu peran pemerintah sangat diperlukan untuk mengatur antara pendapatan dan pengeluaran bagi masyarakat itu sendiri, maka pemerintah Kota Langsa harus bijak dalam mengelola sumber daya dan sumber pembiayaan yang diperoleh dari PDRB Kota Langsa agar lebih produktif dan berorientasi pada pembangunan ekonomi agar menjadi lebih baik.

2. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Analisis Perbandingan Variable IPM Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur

A.Dari grafik diatas dapat kita lihat bahwa garis merah dan biru menunjukkan variable IPM yang terjadi selama 6 tahun yaitu pada tahun 2015-2020. Presentase Indeks Pembangunan di Kota Langsa pada tahun 2015-2020 ditunjukkan oleh garis berwarna biru.

Dimana pada tahun 2015, presentase Indekas Pembangunan Manusia di Kota Langsa sebesar 74.74%.

Kemudian pada tahun 2016-2020 presentase Indeks Pembangunan Manusia di Kota Langsa mengalami peningkatan sebesar 77.17%. IPM dibangun melalui pendekatan 3 kategori dasar.

Kategori tersebut merupakan kesehatan, pendidikan, dan kehidupan yang layak. Untuk mengukur kesehatan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir.

Sedangkan untuk mengukur kategori pendidikan, digunakan gabungan indicator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah.

Adapun untuk mengukur kategori kehidupan yang layak , digunakan indicator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kenutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita sebagai pendekatan pendapatan yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak.

B. Berdasarkan grafik tersebut dapat disimpulkan bahwa presentase Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terjadi pada tahun 2015-2020 di Kota Langsa lebih tinggi dengan nilai presentase 77.17% dibandingkan dengan presentase Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kab. Aceh Timur pada tahun 2015-2020 dengan nilai presentase 67,63%.

IPM meruapakan indicator yang digunakan untuk mengukur salah satu aspek penting yang berkaitan dengan kualitas dari hasil pembangunan ekonomi yaitu perkembangan manusia.

IPM memiliki 3 unsur yaitu kesehtan, pendidikan, dan standar kehidupan. Jadi ketiga ini, sangat penting dalam menentukan tingkat kemampuan suatu daerah unruk meningkatkan IPMnya.

Jadi IPM disuatu daerah akan meningkat apabila ketiga hal tersebut dapat ditingkatkan,, nilai IPM yang tinggi menandakan keberhasilan pembangunan ekonomi didaerah tersebut.

C. Dampaknya untuk masyarakat yaitu apabila IPM disuatu daerah akan mengalami peningkatan jika ketiga hal tersebut dapat ditingkatkan, yaitu unsur dari IPM itu sendiri seperti kesehatan, pendidikan dan standar hidup.

Jadi, ketiga unsure tersebut harus saling mempengaruhi satu sama lain, dan juga dipengaruhi oleh factor-faktor lain seperti ketersediaan waktu kerja, yang ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, infrastuktur, dan kebijakan pemerintah.

Maka nilai IPM yang tinggi akan menandakan keberhasilan pembangunan ekonomi didaerah tersebu.

D. Solusinya yaitu jika IPM disuatu daerah ingin mengalami peningkatan, maka pemerintah harus lebih memperhatikan ketiga unsure dari IPM tersebut, seperti kesehatan, pendidikan dan standar hidup walaupun sumber daya alam yang ada didaerah tersebut sangat besar.