IKLAN YARA

Kantor Keuchik Ini Dirusak Warga dan Sepeda Motor Ditahan

oleh -37.489 views
Kantor Keuchik Ini Dirusak Warga dan Sepeda Motor Ditahan
UPDATE CORONA

Bireuen I Realitas – Kantor Keuchik di gampong Samagadeng Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen dirusak oleh warga lantaran mengabaikan permintaan rapat umum.

Hal itu Diduga tidak transparan dalam pengelolaan dana desa oleh Nuryadi Keuchik Gampong Samagadeng, Kecamatan Pandrah, Kabupaten Bireuen membuat sejumlah Warga dan Pemuda berang dan mengamuk melakukan pengrusakan terhadap kantor Keuchik Gampong setempat.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 wib Senin (08/11) lalu, ini buntut kekecewaan warga terhadap Keuchik Gampong yang dianggap tidak transparan dalam pengelolaan dana desa.

BACA JUGA :   Kapolres Simeulue Gelar Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Guantibmas

Dikutip Wartawan, Senin (22/11). Salah seorang warga yang ikut terlibat dalam aksi pengrusakan itu mengatakan, sejumlah Pemuda mengamuk dan merusak kantor Desa kerena kecewa dengan Kepemimpinan Keuchik M. Nuryadi dan Ketua Pemuda.

“Kami kecewa dengan Keuchik, karena setiap permasalahan yang terjadi di Gampong tidak pernah di respon, Keuchik selalu menghindar saat ada masyarakat yang mempertanyakan,” jelasnya.

BACA JUGA :   Breaking News : Kebakaran Hanguskan 8 Rumah di Kota Subulussalam

Menurut dia, penggunaan Dana Desa selama dipimpin oleh Keuchik Nuryadi tidak jelas dan sarat dengan masalah.

“Apalagi kepentingan anak muda, tidak pernah direspon oleh pak Keuchik,” ujarnya.

Pemuda Gampong sudah beberapa kali meminta kepada perangkat Keuchik dan perangkat Gampong agar digelar Musyawarah, namun keuchik dan perangkat abai terhadap permintaan pemuda, ketusnya.

BACA JUGA :   Karo Ops Polda Aceh Sampaikan Update Vaksinasi Hari Ini di Aceh

“Beberapa kali kami sudah memohon untuk dibuat rapat umum, mengenai penggunaan Dana Desa, rapat maulid pun tidak mau digelar, dan itu kita minta sejak tahun 2020,” tagasnya

Terakhir, karena mereka selalu menghindar, akhirnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, akibatnya kantor Keuchik menjadi amukan warga dan menahan Sepeda Motor Keuchik dan Tuha Peut. (red)