IKLAN YARA

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Kota Langsa

oleh -30.489 views
Polisi Bongkar Prostitusi Online di Kota Langsa
Polisi Bongkar Prostitusi Online di Kota Langsa
UPDATE CORONA

Langsa | Realitas – Tim Polis Satreskrim Polres Langsa menggerebek tempat praktek perzinahan yang selama ini terjadi di Dusun Damai Desa Sidorejo Kecamatan Kota Langsa.

Kapolres Langsa melalui Kasat Reskrim Kasat Reskrim Iptu Krisna Nanda Aufa, S.Tr.K kepada awak media pada hari, Selasa (12/10/2021) mengatakan penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat karena praktek perzinahan itu sudah meresahkan warga setempat.

Kemudian oleh karena itu, tim satreskrim Polres Langsa menuju ke lokasi tempat praktek perzinahan tersebut di Sidorejo Kota Langsa dan serta menangkap dua orang terkasang berinisial ER (44) IRT iya adalah pemilik rumah, dan dan DP (32) mereka keduanya warga Desa Sidorejo Kecamatan Kota Langsa.

BACA JUGA :   Warga Sungai Pauh Antusias Ikuti Vaksin

Lebih lanjut Krisna, mengatakan jaringan ini ditangkap berawal informasi dari masyarakat.

Polisi Bongkar Prostitusi Online di Kota Langsa

Kemudian, pada hari Minggu, 3 Oktober 2021 sekira pukul 19:00 anggota Satreskrim Polres Langsa melakukan penyelidikan menuju ke tempat yang dimaksud.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap kedua tersangka, turut disita barang bukti berupa uang sebesar Rp 400 ribu, tiga buah handphone dan sepeda motor Vario dengan Nopol BL 5305 FA warna hitam. ujar Krisna.

Kemudian saat tersangka ER menghubungi seorang laki-laki yang sebelumnya hendak memesan wanita, dan mengatakan tarif untuk melakukan hubungan intim dengan wanita dengan shorttime sebesar Rp 400 ribu, sedangkan longtime sebesar Rp 700 ribu.

Adapun dari hasil tersebut tersangka DP mendapat keuntungan sebesar Rp150 ribu, dan tersangka ER mendapat uang sebesar Rp 100 ribu sementara wanita (pekerja seks) mendapat uang sebesar Rp 150 ribu, ujarnya.

BACA JUGA :   Dua Anak Yatim Dijemput Acheh Future Dan di Antarkan ke Dayah

Atas perbuatan tersangka tersebut dijerat dengan menyediakan atau mempromosikan Jarimah Zina dan atau menyelenggarakan fasilitas dan atau mempromosikan pasal 33 ayat 3 jo pasal 25 ayat 2 jo pasal 23 ayat 2 qanun Aceh 2014 tentang hukum jinayat.

Dengan ancaman hukuman 100 kali cambuk atau penjara 100 bulan. (Rahmad)