IKLAN YARA

PN Banda Aceh Tunda Sidang Perkara Jualan Emas Tidak Sesuai Kadar

oleh -69.489 views
PN Banda Aceh Tunda Sidang Perkara Jualan Emas Tidak Sesuai Kadar
UPDATE CORONA

Banda Aceh I Realitas – Kasus penjualan emas murni yang dijual tidak sesuai kadar, kini Kuasa Hukum terdakwa Sunardi alias Apun sidang perkara tersebut di tunda oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh pada hari, Selasa 19 Oktober 2021.

Pantau awak media di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh penundaan sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa kasus toko perhiasan nakal, yang diduga secara sengaja menjual emas murni tidak sesuai kadar.

Oleh karena itu Razman Arif Nasution, yang merupakan kuasa hukum salah satu terdakwa yakni Sunardi alias Apun, pengusaha Toko Emas Asia di Jalan Chik Pante Kulu, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh kepada awak media mengatakan, saya terlebih dahulu menyampaikan permintaan agar sidang ditunda dan dimulai dari awal. ujar dia.

BACA JUGA :   Jasad Diduga Maling Ditemukan Mengenaskan di Rumah Kosong

Dia tampak sangat vokal dan mencecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Rahmadani yang juga hadir di ruang sidang tersebut.

Menurutnya, Rahmadani selaku JPU telah membujuk kliennya untuk tidak menggunakan jasa hukumnya.

Ramadhani, kata Razman, telah meminta kliennya agar tidak mengabarinya tentang agenda sidang perdana beberapa waktu lalu, sehingga Razman pun tak hadir.

BACA JUGA :   Wakil Ketua Komisi A Minta Walkot Tegur Keras Rekanan di Subulussalam

“Dia mendatangi klien saya dan mengatakan ‘potong telinga saya kalau saudara bisa menang’,” ujar Razman.

“Jadi dengan begitu sebelum melanjutkan sidang ini saya minta yang mulia memeriksa dan mengganti JPU terlebih dahulu,” ujarnya.

Karena menurut Razman, permasalahan tersebut bukan masalah kecil melainkan permasalahan yang sangat besar dan serius.

“Dan saya juga minta persidangan ini dilanjutkan dari awal agar kepastian hukum bisa didapatkan klien saya,” ujarnya.

BACA JUGA :   Sopir Taksi Online Penculik Wanita di Medan Ditangkap

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Razman dengan membongkar tentang adanya oknum kepolisian yang meminta dana kepada kliennya.

“Dalam proses laporan kami ke Irwasda Polda Aceh bahwa ada permintaan dana dari pihak kepolisian, yang patut diduga juga akan digunakan ke pihak kejaksaan yaitu sebesar Rp 200 juta, dan itu sudah disetor tunai,” ungkapnya.

Usai mendengar paparan Razman, hakim ketua akhirnya memutuskan untuk menunda sidang dan akan dilanjutkan pada Selasa, 26 Oktober 2021. (*)