IKLAN YARA

LSM Pakar Aceh dan MaTA Lirik Terkait Calo Proyek di Subulussalam

oleh -68.489 views
LSM Pakar Aceh dan MaTA Lirik Terkait Calo Proyek di Subulussalam
Foto : Istimewa
UPDATE CORONA

Subulussalam I Realitas – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pakar Aceh dan MaTA melirik terkait kasus Pemberitaan saudara kandung Walikota Subulussalam

Bermula maraknya pemberitaan di media online terkait keterlibatan saudara kandung Walikota Subulussalam ini sial BB dan temannya RL yang menjadi calo proyek di kota Subulussalam, provinsi Aceh, di penghujung Januari 2021 lalu.

Berdasarkan dokumen yang diterima, menunjukkan kalau BB dan RL meminta fee 15 persen dengan perincian untuk walikota 10 persen dan untuk BB 5 persen untuk paket pekerjaan tebing pengaman di Subulussalam, provinsi Aceh.

BACA JUGA :   18 Warga Kota Langsa Terjaring Operasi Yustisi

Copy surat somasi tersebut begitu melesat tersebar ke Pubilk, khususnya di Media Sosial (Medsos).

Tak Tanggung-tanggung di lansir dari salah satu media online, bahwa Direktur LSM PAKAR Aceh, Muhammad Khaidir SH, juga turut melirik penyebarannya bukti foto dokumen perjanjian, tersebut.

Yang mengejutkan lagi adanya somasi, dan kwitansi penerimaan uang serta janji dari BB untuk mengganti dengan proyek yang baru dan bertanda tangankan materai merupakan bentuk vulgar permainan proyek di Kota Subulussalam.

Laporan somasi tersebut diketahui dari kantor advokat Mhd. Taufik SH dan Rekan yang mendampingi korban inisial AK juga akan melaporkan yang bersangkutan seminggu setelah somasi dikirimkan atau tanggal 01 Februari 2021 ke Kejaksaan Tinggi dan Polda Aceh.

Masyarakat sangat menunggu kelanjutan kasus ini,” pungkas Khaidir, di Banda Aceh, Selasa (5/10/2021).

Tidak sampai disitu, bahkan Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan jika kasus itu benar, maka dapat disimpulkan ada indikasi suap.

Untuk itu, si pemberi dan penerima sama-sama berpotensi melakukan tindak pidana korupsi, jadi dua pihak tersebut harus dijerat.

Koordinator MaTA itu juga berharap tata kelola sektor pengadaan barang dan jasa Kota Subulussalam, untuk dapat dikelola secara kepatutan, tranparan dan akuntabel sehingga tidak menimbulkan peluang broker anggaran dalam sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

BACA JUGA :   Gas LPG 3 Kg Mahal dan Langka, YARA Pertanyakan Kinerja Disperindagkop Subulussalam

“Karena tiap tahun dari hasil monitoring peradilan oleh MaTA terhadap kasus korupsi yang dilakulan penindakan oleh Kepolisian dan Kejaksaan di Aceh, sektor pengadaan barang dan jasa masih tertinggi wilayah yang rawan terjadinya pidana korupsi,” ujarnya Dikutib dari salah satu media online, Selasa (5/10/2021). (Adi)